Honda Supra X 125, Teman Setia dari Gaji Pertama hingga Kini

0

Ada kendaraan yang dibeli karena kebutuhan, ada pula yang kemudian menjadi bagian dari perjalanan hidup. Bagi Krisna Yogatama, Honda Supra X 125 bukan sekadar sepeda motor untuk menunjang mobilitas. Motor tersebut menjadi saksi perjalanan sejak ia menerima gaji pertama pada 2013 hingga menjalani berbagai aktivitasnya sampai sekarang.

Pengendara.com-Sebagai pegawai swasta, aktivitas Krisna sehari-hari tidak lepas dari perjalanan di tengah padatnya lalu lintas perkotaan. Motor menjadi salah satu kebutuhan penting untuk menunjang mobilitas, baik menuju tempat kerja maupun menjalankan berbagai aktivitas lainnya.

Menariknya, Honda Supra X 125 yang digunakannya hingga kini dibeli dari hasil gaji pertamanya. Saat itu, Krisna masih lajang dan membutuhkan kendaraan yang praktis untuk menunjang pekerjaan.

“Saat menerima gaji pertama, saya memang langsung terpikir untuk membeli motor. Waktu itu saya masih lajang dan membutuhkan kendaraan untuk menunjang pekerjaan. Akhirnya saya memilih Honda Supra X 125 karena ingin punya kendaraan yang bisa dipakai untuk beraktivitas dan bekerja,” ujar Krisna.

Motor tersebut dibelinya melalui jaringan dealer PT Wahana Makmur Sejati (WMS), Main Dealer sepeda motor Honda untuk wilayah Jakarta dan Tangerang.

Sejak dibawa pulang pada 2013, Honda Supra X 125 tersebut terus menemani berbagai fase kehidupan Krisna. Perjalanan menuju kantor, aktivitas sehari-hari, hingga menghadapi beragam kondisi jalan perkotaan menjadi bagian dari pengalaman panjang yang dilalui bersama.

Bukan Sekadar Motor, Ada Cerita di Baliknya

Waktu berjalan. Kebutuhan dan tanggung jawab Krisna pun berubah. Namun, motor yang dibeli dari gaji pertama tersebut masih tetap digunakan.
Bagi Krisna, mempertahankan motor bukan sekadar persoalan belum ingin membeli kendaraan baru. Ada rasa percaya yang terbentuk setelah bertahun-tahun menggunakan dan merawat kendaraan tersebut.

“Sudah lama saya menggunakan motor ini dan sampai sekarang masih nyaman. Selama dirawat dengan baik, motornya tetap bisa diandalkan. Jadi, buat saya tidak ada alasan untuk buru-buru mengganti selama kendaraan ini masih bisa menunjang aktivitas,” katanya.

Menurut Krisna, karakter Honda Supra X 125 yang praktis dan gesit menjadi salah satu alasan motor tersebut masih sesuai dengan kebutuhannya.

Penggunaan sehari-hari di perkotaan juga membuat efisiensi bahan bakar menjadi salah satu pertimbangan penting.

Namun, pengalaman selama bertahun-tahun juga membuatnya memahami satu hal: kendaraan yang digunakan dalam jangka panjang membutuhkan perawatan yang konsisten.

Perawatan berkala menjadi bagian penting agar kondisi motor tetap terjaga. Kemudahan mendapatkan layanan purnajual pun turut memberikan rasa tenang bagi konsumen yang memilih mempertahankan kendaraannya dalam waktu lama.

284 AHASS Dukung Perawatan Motor Honda

Untuk mendukung kebutuhan konsumen, WMS saat ini memiliki jaringan bengkel resmi AHASS yang tersebar di wilayah Jakarta dan Tangerang.
Tercatat sebanyak 284 jaringan AHASS dapat dimanfaatkan konsumen untuk melakukan perawatan maupun perbaikan sepeda motor Honda.

Jaringan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam memberikan layanan setelah konsumen membeli kendaraan.

“Layanan purnajual merupakan bagian penting dalam menjaga kepercayaan konsumen. Saat ini, WMS didukung 284 jaringan AHASS di area Jakarta – Tangerang yang dapat dimanfaatkan konsumen untuk melakukan perawatan dan perbaikan sepeda motor Honda. Kami juga memastikan layanan dilakukan sesuai standar Honda, didukung teknisi yang kompeten serta penggunaan Honda Genuine Parts,” ujar Head of TSD PT Wahana Makmur Sejati, Benedictus F. Maharanto.

Keberadaan AHASS bukan hanya menjadi tempat untuk melakukan servis ketika kendaraan mengalami masalah. Perawatan berkala di bengkel resmi juga dapat membantu menjaga performa sepeda motor agar tetap siap digunakan dalam menunjang aktivitas sehari-hari.

Gaji Pertama yang Menjadi Bagian dari Perjalanan Hidup

Kini, lebih dari satu dekade telah berlalu sejak Krisna membawa pulang Honda Supra X 125 tersebut. Banyak hal berubah sejak 2013. Pekerjaan, kebutuhan, aktivitas, hingga perjalanan hidup terus berkembang.

Namun, motor yang dibeli dari gaji pertama itu masih berada di tempat yang sama: menjadi teman perjalanan.

Bagi Krisna, nilai sebuah kendaraan tidak selalu diukur dari usia atau seberapa baru modelnya. Ada pengalaman dan cerita yang ikut melekat selama kendaraan tersebut digunakan.

Gaji pertama mungkin hanya menjadi kenangan dari sebuah fase kehidupan. Tetapi keputusan yang dibuat dari penghasilan pertama itu ternyata mampu bertahan lebih dari satu dekade.

Bukan hanya soal berapa kilometer yang telah ditempuh, tetapi juga tentang berbagai cerita, perubahan, dan fase kehidupan yang ikut dilalui bersama sebuah sepeda motor.

Honda Supra X 125 milik Krisna pun membuktikan bahwa kendaraan yang dirawat dan dipercaya sejak awal bisa menjadi lebih dari sekadar alat transportasi: menjadi bagian dari perjalanan hidup pemiliknya.