Gara-Gara Pandemi Pengusaha Bengkel Kehilangan Rp130 Triliun

0
Bengkel Compac yang berlokasi di Jalan Jangli Gabeng RT 08 RW 02 Kelurahan Jangli merupakan rumah milik Suwanto pengelola bengkel yang menjalankan aktivitas modifikasi kendaraan roda tiga. Foto: Istimewa/Pengendara.com

Pengendara.com—Pandemi Covid-19 memukul hampir seluruh bisnis, termasuk sektor otomotif. Tidak hanya penjualan mobil atau motor, serta berbagai komponen pendukungnya, tapi juga bengkel kendaraan roda empat atau roda dua di seluruh Indonesia.

Persatuan Bengkel Otomotif Indonesia (PBOIN) menyebutkan potensi pendapatan pengusaha bengkel kendaraan, mekanik dan penjualan sparepart otomotif Indonesia hilang Rp130,04 triliun sepanjang 2021.

Sementara itu, khusus sektor bengkel otomotif UMKM, mekanik lepas dan penjualan sparepart, potensi pendapatan yang hilang mencapai Rp62,5 triliun.

Penurunan potensi pendapatan terjadi akibat menurunnya transaksi perdagangan jasa perawatan dan perbaikan kendaraan sepanjang Januari sampai Oktober 2021, juga perdagangan sparepart atau suku cadang.

“Di masa pandemi, mayoritas bengkel mobil, motor, body repair dan bagian-bagiannya tutup, terpaksa mem-PHK sebagian pekerja, meliburkan sementara, atau memotong gaji agar bisa bertahan. Khusus mekanik sebagian ada yang menganggur atau bekerja serabutan,” kata PBOIN, dalam sebuah keterangan tertulis yang kami kutip hari ini.

Rata-rata penurunan pendapatan bengkel otomotif tahun 2021 selama pandemi berkisar 40 persen. Khusus bagi bengkel UMKM, biaya sewa bengkel masih tetap, tidak ada pengurangan, bahkan pemilik lokasi ada yang malah menaikkan biaya sewa. Padahal, 95 persen bengkel otomotif UMKM di perkotaan lokasinya kontrak.

Pendapatan jasa bengkel otomotif turun drastis karena pada masa pandemi, mobilitas dibatasi.

Mobil jarang perawatan, jarang rusak dan penggantian sparepart jadi tertunda. Sebagian terpaksa menunda perawatan atau perbaikan karena tidak ada biaya.

PBOIN memproyeksikan dalam kondisi ekonomi normal nilai perdagangan jasa bengkel dan komponen otomotif Indonesia pada 2021 sebesar Rp325,51 triliun, meliputi bengkel resmi, bengkel mandiri skala besar, bengkel otomotif skala UMKM dan penjualan sparepart.