PT Wahana Makmur Sejati (WMS) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pendidikan vokasi di Indonesia. Melalui program kunjungan industri di Main Dealer Training Center (MDTC) Jatake, Kota Tangerang, lebih dari 300 siswa SMK mendapatkan kesempatan merasakan langsung atmosfer dunia kerja industri otomotif.
Pengendara.com-Kegiatan yang berlangsung sepanjang Januari hingga Juni 2026 tersebut merupakan bagian dari implementasi Satu Hati Edukasi Program (SHEP), program yang menjembatani dunia pendidikan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) guna mencetak lulusan yang kompeten dan siap kerja.
Peserta kunjungan berasal dari sejumlah sekolah, seperti SMK Sasmita Jaya 2, SMK PGRI 38 Jakarta, SMK Al-Falah, SMK Negeri 7 Kabupaten Tangerang, hingga SMK Negeri 1 Seputih Surabaya, Lampung Tengah.
Dalam kegiatan ini, para siswa dibekali berbagai materi mengenai perkembangan industri otomotif, termasuk pengenalan teknologi terbaru pada sepeda motor Honda. Mereka juga mendapatkan wawasan mengenai inovasi yang mendukung aspek keamanan, kenyamanan, dan efisiensi berkendara.
Tak hanya teori, para peserta juga memperoleh edukasi Safety Riding #Cari_Aman yang bertujuan menanamkan budaya berkendara aman sejak dini. Selain itu, tim Rumah Sehat Wahana (RSW) turut memberikan pembekalan mengenai pentingnya menjaga kesehatan, kebersihan lingkungan, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Salah satu sesi yang paling menarik perhatian siswa adalah kunjungan ke laboratorium praktik teknikal MDTC Jatake. Di lokasi ini, para peserta dapat melihat secara langsung fasilitas pelatihan, peralatan berstandar industri, hingga proses pembelajaran teknisi Honda yang menjadi bagian penting dalam layanan purna jual.
Head of Technical Service Department (TSD) PT Wahana Makmur Sejati, Benedictus F. Maharanto, mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata kepada siswa SMK.
“Melalui kunjungan industri ini, kami ingin memberikan gambaran langsung mengenai standar kerja di industri otomotif. Dengan begitu, para siswa dapat memahami perkembangan teknologi, budaya keselamatan, serta kompetensi yang dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja,” ujar Benedictus.
Program ini juga menjadi bagian dari implementasi Sinergi Bagi Negeri (SBN), semangat Honda dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.
Menurut Benedictus, kolaborasi antara sekolah dan industri menjadi kunci utama dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Kami akan terus menghadirkan program pembelajaran berbasis pengalaman nyata agar lulusan SMK memiliki kompetensi yang relevan, siap bersaing di dunia kerja, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan industri nasional,” tutupnya.
Melalui program kunjungan industri yang berkelanjutan ini, WMS berharap semakin banyak siswa SMK mendapatkan wawasan dan motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan mereka sebagai generasi penerus industri otomotif Indonesia.



