Banyak pengendara motor menganggap busi hanyalah komponen kecil yang tidak terlalu penting. Padahal, kerusakan busi bisa memicu penurunan performa secara drastis hingga membuat konsumsi bahan bakar semakin boros. Dalam kondisi tertentu, masalah pada busi bahkan dapat merusak komponen mesin lain jika dibiarkan terlalu lama.
Pengendara.com-Busi memiliki fungsi vital dalam sistem pembakaran mesin. Komponen ini bertugas menghasilkan percikan api untuk membakar campuran udara dan bahan bakar di ruang bakar. Ketika percikan api melemah atau tidak stabil, proses pembakaran menjadi tidak sempurna dan performa motor langsung menurun.
Technical Analyst PT Wahana Makmur Sejati, Wahyu Budhi, menjelaskan bahwa kondisi busi sangat menentukan kualitas pembakaran pada mesin sepeda motor.
“Jika busi bermasalah, maka proses pembakaran tidak akan berjalan optimal dan performa mesin akan langsung terpengaruh,” ujarnya.
4 Tanda Busi Motor Mulai Rusak
Pengendara wajib mengenali gejala busi bermasalah sebelum kerusakan merembet ke bagian lain. Berikut tanda-tanda yang paling sering muncul:
- Motor Sulit Dinyalakan
Busi lemah membuat percikan api tidak maksimal sehingga mesin susah hidup, terutama saat starter pagi hari atau kondisi mesin dingin. - Tarikan Gas Brebet dan Tidak Responsif
Saat gas ditarik, motor terasa tertahan dan kehilangan tenaga. Kondisi ini terjadi akibat pembakaran yang tidak sempurna di dalam mesin. - BBM Mendadak Jadi Lebih Boros
Banyak pengendara tidak sadar bahwa busi rusak bisa membuat konsumsi bahan bakar meningkat. Mesin membutuhkan lebih banyak bensin untuk menghasilkan tenaga yang sama. - Suara Mesin Kasar dan Tidak Stabil. Mesin terdengar pincang, bergetar lebih keras, atau idle tidak stabil akibat pembakaran yang tidak konsisten. Lalu pertanyaannya adalah kapan Waktu Ideal Ganti Busi Motor? Penggantian busi sebaiknya dilakukan secara berkala dan tidak menunggu motor mogok di jalan. Secara umum, busi perlu diganti setiap 8.000 hingga 12.000 kilometer, tergantung rekomendasi pabrikan dan kondisi pemakaian. Selain jarak tempuh, pemilik motor juga perlu memperhatikan kondisi fisik busi. Jika elektroda mulai aus, muncul kerak karbon tebal, atau permukaan busi terlihat kotor dan berkarat, maka penggantian harus segera dilakukan. Bahkan jika jarak tempuh belum tercapai, busi yang telah digunakan lebih dari satu tahun tetap disarankan untuk diganti demi menjaga performa mesin tetap optimal. Jangan Sepelekan Busi, Dampaknya Bisa Merembet ke Mesin. Main Dealer Honda Jakarta-Tangerang, PT Wahana Makmur Sejati, mengingatkan pentingnya melakukan servis berkala dan penggantian busi tepat waktu. Langkah sederhana ini dinilai mampu menjaga efisiensi bahan bakar sekaligus mempertahankan tenaga mesin. Penggantian busi dianjurkan dilakukan di AHASS karena menggunakan suku cadang asli dan ditangani mekanik bersertifikasi.
Pemilik motor Honda juga bisa memanfaatkan WANDA untuk booking servis tanpa antre, mendapatkan pengingat servis berkala, hingga memantau informasi perawatan kendaraan.Dengan perawatan rutin dan penggantian busi tepat waktu, motor tetap nyaman dikendarai, irit bahan bakar, dan terhindar dari risiko kerusakan mesin yang lebih serius.



