Mitsubishi XForce Ultimate with Diamond Sense (DS) disematkannya driving score untuk mengetahui penilaian cara mengemudi yang baik dan benar. Benarkah lampu sein masuk di dalam kategori penilaian tersebut?
Pengendara.com-Rifat Sungkar, Brand Ambassador Mitsubishi Indonesia membenarkan akan hal tersebut. Sebelum mengungkapkan alasannya, Pereli Indonesia ini, menjelaskan bahwa driving score adalah kombinasi dari akselerasi, pengereman hingga steering. Ini semua menjadi kombinasi performance yang akan dinilai. Ada tiga variabel yang dinilai driving score.
“Yaitu, dari steering angle, kemudian throttle response dan pengereman, makin dikit melakukan koreksi steering angle, maka mobil semakin berada di jalur yang benar di sebuah tikungan. Karena penilaian ini tinggi orientasinya untuk kenyamanan penumpang, semakin tinggi score maka semakin nyaman yang dirasakan penumpang,” kata Rifat Sungkar kepada pengendara.com di acara XForce Media City Tour, Selasa (14/01/25).
Menurutnya, singkatnya, less angle, more speed, semakin setirnya less angle, maka akan memberikan kenyamanan terhadap penumpang di dalam. Sementara, pemilihan variabel gas, rem dan sudut setir sebagai faktor utama penilaian gaya berkendara.

“Karena tiga hal itu yang dirasakan penumpang,” ucapnya.
Juga ada throttle control. Throttle control ini pas banget kapan pengemudi harus lepas gas atau tekan gas. Disinilah gaya sentrifugal mobil akan bisa masuk ke dalam tikungan dan memberikan kenikmatan untuk passengernya.
Lalu, bagaimana dengan lampu sein? “Iya lampu sein juga masuk dalam indikator penilaian driving score. Karena lampu sein juga merupakan satu kesopansantunan dalam berkendara. Ke kanan pasang sein ke kanan, ke kiri pasang sein ke kiri. Ini indikator pelengkap penilaian gaya berkendara,” katanya.



