Dompet Dhuafa Ajak Komunitas Otomotif Berbagi Hewan Kurban

0

Pengendara.com, Jakarta — Dompet Dhuafa lembaga Filantropi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum Dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (welasasih) dan wirausaha sosial berkolaborasi Dengan Autoride mengadakan acara KURBANFEST guna menyebarkan semangat berkurban.

Acara kolaborasi ini diselenggarakan dalam rangka menyambut hari raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban, sebagai bentuk pendekatan dan mensucikan diri kepada Allah Swt, sebab berqurban merupakan sunah bagi umat muslim yang mampu dan memiliki kemudahan.

Selain itu acara ini juga sebagai bentuk kepedulian atas situasi dan kondisi yang dialami saudara saudara kita yang kurang beruntung, untu itu Dompet Dhuafa menyebarkan semangat Kurban #JadiManfaat.

Kurban #JadiManfaat menjadi salah satu energi semangat kemanusiaan yang digelorakan oleh Dompet Dhuafa dalam bentuk gerakan kebaikan yang mengajak masyarakat untuk ikut terlibat menciptakan dan mewujudkan asa saudara saudara kita.

KurbanFest yang mengangkat tema “One Comunnity, One Soul, One Action” dimulai sejak diumumkan di Pices Cafee & Resto, di jalan Lenteng agung pada Minggu (26/6).

Dalam acara ini juga disampaikan tujuan dari KurbanFest yang mengajak komunitas otomotif yang berada di wilayah Jakarta Selatan dan sekitarnya, mengetahui tentang kurban, hukum dari berkurban online serta berdonasi melalui Dompet Dhuafa.

“Mudah-mudahan dengan adanya Dompet Dhuafa ini, yuk kita bersinergi dengan cara apun, karena Dompet Dhuafa tidak membatasi ruang lingkup,” jelas Yudha saat peluncuran program.

“Berkurban ini merupakan sunnah muakadah, artinya sunnah yang sangat dianjurkan dan tidak harus 1 kali, kalau misalkan tahun ini bisa kurban, kita kurban,” tambah Yudha.

Pada kesempatan yang sama Rio Octoviana, founder Road Safety Association (RSA) menyampaikan materi hukum berkurban online. Dalam hal ini Rio Octovian mengajak pengunjung dan juga member komunitas yang hadir untuk berkurban, bukan hanya berkurban dengan hewan, tapi berkurban diawali dari menurunkan ego dalam berkendara untuk lebih menyelamatkan nyawa para pengguna dijalan.

Menurutnya, yang pertama harus diubah dalam berkendara adalah budaya dan skill. Di RSA) diterapkan Segitiga RSA yang terdiri dari Rules, Skill, and Attitude dipahami sebagai pemahaman terhadap aturan lalu lintas jalan yang berlaku (Rules), penguasaan keterampilan berkendara yang mencukupi yang mutlak dimiliki seorang pengendara (Skill), dan kemauan dan kemampuan menjadi pengguna jalan yang baik dengan menerapkan perilaku yang santun (Attitude).

“RSA fokus untuk merubah mindset para driver ojol terkhusus para pengguna jalan. Dan RSA juga mengajak para driver ojol khususnya para pengguna jalan untuk membuat suatu komunitas atau forum keselamatan dalam berkendara,” tambah Rio.