Dina Zildea menjalani touring singlenya ke Saudi Arabia sejauh 4962 kilometer. Ini kisah Female Rider Indonesia yang kini sudah melintas di Dubai dan tiba di Madinah.
Pengendara.com-Sejak tanggal 25 April hingga 17 Mei 2022, perempuan yang bernama lengkap Dina Zildea yang telah berpengalaman menggas motor keliling Indonesia kini ia menjalani misinya ke Saudi Arabia. Dengan misinya Middle East Holy Touring Road To Makkah ini, ia tidak tanggung-tanggung riding ke Makkah. Banyak pengalaman yang Dea demikian nama panggilan kesayangannya bercerita selama menunggangi roda duanya itu.
“Menurut saya sangat indah pemandangan di Dubai, apalagi jalannya sangat tertib sekali. Sopan dan tertata aturannya di sini. Sangat berbeda karakter dengan jalan di Tehran. Hari pertama saya turun pesawat, saya langsung touring di Tehran. Jalanan di Tehran sama seperti jalan di Jakarta, macet kalau weekday office. Cara berkendara di sini harus benar-benar fokus, tidak beraturan dan banyak yang tidak memakai helm. Pengendara di sini sangat bebas. Tetapi Tehran kotanya aman, sangat indah. Ditengah kota kelihatan gunung. Tehran itu negara yang banyak sejarah Islam dan kota tertua pertama di dunia,” kata Dea.
Menurut istri Feri Gitaris Bagindas ini, sangat kontras peraturan Tehran dengan Dubai. Di Dubai semua peraturan lalu lintasnya teratur. Walaupun cuaca 39 derajat celcius di Dubai, ia sangat menikmati perjalanan touringnya ini dengan menunggangi Yamaha MT09 900cc. Ia city riding keliling Dubai sepanjang 500 kilometer per hari. Jalur di Dubai sembilan lajur satu arah. Dan Jeddah berbeda dengan Dubai, di Jeddah mereka lebih agresif pengendaranya dan harus berhati-hati. Dua jalur satu arah di Jeddah. Madinah lima jalur satu arah dijalanan besarnya.

“Jadi bisa kebayang luas dan lebarnya jalan di Dubai, asyik banget untuk menggas motor. Trek touring saya yaitu dari Iran atau Tehran menuju Dubai, Qatar, Riyadh, Makkah, Jeddah dan Madinah. Dengan total perjalanan 4962 kilometer. Perinciannya, Tehran ke Dubai 2357 kilometer (km). Dubai ke Qatar 651 km, Qatar ke Riyadh 581 km, Riyadh ke Makkah 868 km, Makkah ke Jeddah 90 km dan Jeddah ke Madinah 415 km. Setelah dari Dubai, pas di hari Idul Fitri, saya menuju Saudi Arabia dengan rute diluar planning yaitu Dubai, Abu Dhabi, Qatar, Bahrain, Saudi Arabia,” tutur perempuan berhijab ini.
Setibanya di Borders Saudi Arabia, ia kembali lagi ke Dubai dengan waktu perjalanan 15 jam sejauh 1900 km dalam sehari. Waktu itu ia berangkat pukul 13.00 dengan pemandangan Gurun Pasir kanan kiri, yang jauh dari pemukiman. Ia memutar gasnya hingga 160 km per jam.
“Panas terik dan jarak pom bensin dan rest area jauh. Sementara sudah haus dahaga, terpaksa berhenti di tempat pemberhentian parkir khusus. Sementara para pengendara berhenti sejenak dan disitulah saya dibantu pengendara lain untuk mendapatkan air minum. Kembali ke jalan raya, saat itu lawannya adalah semburan angin kencang. Hanya terlihat bus dan truk yang melintas di jalan itu. Malam harinya memerlukan fokus, Selian gelap harus ekstra hati hati karena ada truk. Ternyata, saya adalah Female Rider Indonesia pertama yang riding ke Timur Tengah,” ucapnya lagi.

Masih menurutnya, lelah tangisan dan emosi bermain disitulah hikmahnya bahwa dirinya bisa berencana plan route, namun kenyataan di jalanan tidak ada yang tahu, hanya Tuhan Yang Maha Mengetahui.
Melepas Kenangan, Cuaca Gerimis di Tehran
Ikatan pernikahan Dea dengan Feri dianugerahi putri cantik. Kedua orangtuanya ini, sangat senang dengan buah hatinya yang diberinama Aisyah Shafarina. Namun Tuhan YME berkehendak lain, tujuh jam usai jantung hatinya lahir, ia kembali menghadap Illahi Robbi.
Tujuan saya touring ini diantaranya adalah sebagai penghapus duka yang mendalam. Untuk menghilangkan kenangan demi kenangan dengan jantung hatinya yang baru dilahirkanya itu ia meminta ijin kepada suami, Feri untuk melakukan perjalanan ke Makkah dengan finish ibadah umroh.
“Lama perjalanan touring saya adalah kurang lebih sebulan. Finishnya, saya akan menjalani umroh,” kata Dea yang hobi menunggangi motor besar sejak 2011.
Perempuan yang mempunyai motto hujan adalah kawan, panas adalah teman ini, karena ia mempunyai banyak teman female riders internasional, perjalananya dari Iran ke Dubai ditemani Behnaz Shafiei, seorang female riders Iran dan artis cantik yang juga pebalap Olimpiade Iran.

“Oya motor yang saya tunggangi berganti-ganti di setiap negara. Yaitu, Yamaha, Triumph, Suzuki, Keeyway dan BMW. Maklumlah saya tidak sempat mengurus surat pengiriman motor. Memang ini dadakan. Jadinya saya sewa motor di sini. Selain itu saya juga menyesuaikan waktu cuti saya setelah usai lahiran,” tuturnya.
Ia menuturkan, untuk perempuan Iran tidak diperbolehkan mengendarai motor tetapi untuk female riders selain dari lran boleh riding di Iran. Semua orang akan melihat dan kagum dengan female rider diluar Iran. Mereka akan memberikan jempolnya setiap melihat ada wanita yang mengendarai motor. Perlu diketahui motor di Iran hanya sampai maksimum 300 cc. Sementara untuk rider luar dari Iran diperbolehkan masuk dengan cc motor berapapun.
Selama di Tehran, ia mengalami cuaca gerimis dan dingin. Uniknya, di sini tidak ada minuman alkohol dan makanannya semuanya halal, tidak mengandung daging babi. Aman untuk dikonsumsi.
Touring Bareng Suami
Setibanya di Saudi Arabia, perjalanan Dea tidak lagi ditemani oleh female rider Iran, tetapi ia bersama suami tercinta. Karena di negara ini jika female touring dari luar Saudi Arabia harus ditemani mahramnya (pasangan). Feri sebagai suami tercintanya menjemput istrinya. Kedua pasangan suami istri ini touring bareng dengan satu motor.
“Bersyukur saya ditemani suami tercinta. Enak banget touring di Saudi Arabia bareng suami. Jadi kan jika capek, saya bisa gantian mengendarai motornya sama suami,” kata Dea.

Walaupun perjalanan jauh, karena sama suami tidak terasa letihnya. Ke depan bila ada kesempatan dan ada waktu, ia bercita cita ingin kembali touring bersama suami, tetapi dengan menunggangi dua motor.
Next planning dua motor. Kalau sekarang hemat waktu di saat dirinya cuti. Selain menikmati suasana riding, Dea menikmati kereta listrik cepat, Haramain Highspeed Railway. Dengan panjang 450 km dan kecepatan operasional 300 km/jam. Menikmati suasana kereta listrik yang baru ini sangat menyenangkan dan nyaman.
“Kereta ini sangat menyingkat waktu. Jika naik bus Jeddah ke Madinah, enam jam setengah. Tetapi karena adanya kereta listrik hanya menempuh satu jam setengah,” ucapnya lagi.

Sebagai female rider Indonesia, perjalanannya ini sukses berkat kerjasama para sponsor. Dea mengucapkan terima kasih kepada CTX Oil Indonesia, Albayt wisata, Triumph Jakarta, DnF Apparel, Krock Cafe dan cinta rasa resto serta gasx. Mau tau bagaimana perjalanan Dea di Middle East Holy Touring Road To Makkah 2022? Saksikan juga di instagram dzildea dan Dzildea TV.



