Tiba tiba Aleix Espargaro pebalap MotoGP 2022 melempar helmnya ke penonton yang berada di tribun zona grandstand K.
Pebalap yang menduduki peringkat 9 ini di race day MotoGP Mandalika berhenti sejenak dan melemparkan helm yang dipakainya ke arah penonton.
Aksi unik dilakukan pebalap yang bernama Aleix Espargaro setelah menggas motor tunggangannya di race day MotoGP Mandalika, Sabtu (20/3/22). Pebalap yang berasal dari Aprilia ini, usai melancarkan ‘serangannya’ motor yang ia kendarai seakan menepi dari sirkuit. Benar saja, ia memperlambat roda duanya hingga berhenti dan disambut oleh Marshal. Marshal memegang motornya, Aleix menuju ke penonton.
Ia berjalan dengan langkah tegap ke arah tribun penonton di zona K. Lalu apa yang dilakukannya? Helm yang dipakainya ia lepas dengan tangan kanannya. Selanjutnya, tangan kanannya bergoyang melempar helm yang bermerk KYT ini yang mempunyai ciri khusus itu dilemparkan ke arah pengunjung.
“Lempar helmnya, lempar helmnya,” inilah teriakan penonton ketika ia memberhentikan laju sepeda motornya. Penonton bersiap siap menangkap helm itu.
Huss…helm dilempar oleh Aleix Espargaro. Dan penonton yang berpakaian hitam refleks menangkapnya. Helm Espargaro sudah beralih milik penonton yang bernama Ivan.
“Saya yang berhasil menangkap helm Espargaro. Wah tentunya saya senang dan gembira,” kata Ivan seorang pengunjung yang berasal dari Banyuwangi ini.
Ivan mengatakan, perjuangan diirnya untuk mendapatkan helm pebalap dunia itu penuh perjuangan. Terlihat kening kanannya merah akibat keningnya itu mencium besi tribun (pagar depan penonton).
“Nga apa apa, yang penting sudah terbalas dapat helm pebalap dunia,” ujarnya.
Ketika ditanya apakah helm itu akan dipakai sehari-hari? Pria yang juga merupakan anggota komunitas Black Label ini menjawab, helm Espargaro akan disimpannya dengan baik. Baginya ini merupakan helm kenangan.
*Saya simpan saja. Jika ada orang yang mau beli tidak akan saya jual. Walaupun harganya tinggi tidak akan saya lepas helm itu,” katanya.
Helm Espargaro yang didapatkannya ini akan dirawat. Seminggu dua kali helm itu akan dibersihkan. Setelah itu barulah dipajang dan diletakan ditempat penyimpanan di rumahnya.
“Saya tidak ada firasat apapun. Ini sudah rezeki saya,” katanya lanjut.
(Laporan: Abdi Kurniawan-Evalube dari Mandalika)



