Munaslub MBCI Diwujudkan, Benarkah Adanya Mosi Tidak Percaya?

Perwakilan Motor Besar Club Indonesia (MBCI) Wilayah menyampaikan sikap tegas yang ditujukan untuk Pengurus Pusat MBCI. Apa saja sikapnya tersebut?

Pengendara.com-Pernyataan sikap diatas telah mendapatkan restu Dewan Penasihat MBCI. Pasalnya, sikap itu diambil untuk menghadapi situasi organisasi yang saat ini tidak menentu akibat beberapa kebijakan yang dibuat oleh Pengurus Pusat MBCI.

Kebijakan itu menyebabkan ketidakjelasan manajemen organisasi MBCI dan ketidakharmonisan antara Pengurus Pusat MBCI dengan beberapa Wilayah MBCI secara keseluruhan.

“Seperti kita ketahui semua, saat ini Pengurus Pusat MBCI banyak mengeluarkan keputusan inkonsistensi yang berlawanan dengan AD/ART MBCI yang sudah disepakati bersama. Mengeluarkan statement atau penyataan yang menunjukkan arogansi kepemimpinan yang menyebabkan ketidakharmonisan antara Pusat dan Wilayah,” kata Arif Purnomo, Panitia Pelaksana Munalub MBCI yang diselenggarakan di bulan Januari 2022 ini.

Terkait hal ini beberapa kali dari Pimpinan Wilayah dan Dewan Pembina sudah mencoba untuk mendiskusikan masalah ini namun tidak adanya tanggapan atau respon yang baik dari Pengurus Pusat.

Menurut Perwakilan MBCI Wilayah, menyepakati Kebijakan-kebijakan Pusat yang dianggap tidak sesuai AD/ART diantaranya ada 10 poin.

Pertama, Merubah AD/ART tanpa melalui mekanisme MUNAS yang sudah diatur dalam AD/ART. Perubahan tersebut oleh Pengurus Pusat dilakukan dalam RAKERNAS sehingga tidak sesuai Dengan AD/ART.

Dua, Menunjuk ataupun mengangkat Pengurus Pusat yang seharusnya sudah menjadi anggota MBCI wilayah minimal 1 tahun terakhir dengan dibuktikan adanya KTA dengan diketahui oleh Ketua MBCI asal wilayah.

Tiga, Tidak adanya transparansi pengelolaan keuangan kas MBCI sehingga sampai saat ini MBCI Wilayah tidak mengetahui dana kas MBCI yang berasal dari iuran KTA. Dan tidak diketahui penggunaannya.

Empat, Mengeluarkan atau memberhentikan anggota MBCI Wilayah secara sepihak tanpa memberikan hak pembelaan diri anggota sesuai aturan AD/ART.

Lima, Membekukan kepengurusan MBCI Wilayah secara sepihak tanpa memberikan hak pembelaan diri anggota sesuai aturan AD/ART.

Enam, Tidak adanya ketertiban manajemen organisasi diantara Pengurus Pusat sehingga menimbulkan penerbitan SK yang dipalsukan oleh oknum Pengurus Pusat yang tidak diketahui oleh pimpinan pengurus dalam hal ini President MBCI.

Tujuh, Membuat pernyataan inkosistensi dengan mengatakan sebagai President dan Sekjen MBCI tidak mengetahui adanya SK yang diterbitkan oleh salah satu pengurus MBCI sehingga secara aturan SK tersebut tidak diakui keabsahannya. Namun beberapa waktu kemudian mengakui SK tersebut sebagai dasar untuk membekukan MBCI Wilayah.

Delapan, Mengangkat kembali salah satu pengurus yang beberapa waktu lalu sempat diberhentikan karena alasan penyalahgunaan atas pengelolaan merchandise sehingga merugikan beberapa Wilayah MBCI yang hingga saat ini belum mendapatkan haknya.

Sembilan, Tidak adanya program kegiatan yang jelas dari Pengurus Pusat MBCI sampai dengan saat ini sehingga menyebabkan kevakuman kegiatan MBCI Pusat.

Sepuluh, Pengurus Pusat tidak menghormati Dewan Pengawas dan Dewan Pembina sebagai Pimpinan Penyelenggara Tertinggi dalam organisasi MBCI sesuai yang telah diatur dalam AD/ART Pasal 17, tanpa mengindahkan nasihat ataupun saran untuk memajukan MBCI.

Demikian surat pernyataan sikap mosi tidak percaya yang dibacakan oleh Bro Fares perwakilan dari Panitia Pelaksana Munaslub yang juga Ketua MBC Jakarta Utara sebelum pelaksanaan Munaslub.

“Atas dasar itu, kami perwakilan dari MBCI Wilayah memutuskan untuk mengajukan Mosi tidak percaya atas Pengurus Pusat MBCI tahun 2018-2021 dan melakukan Munaslub untuk menunjuk President MBCI Periode tahun 2022-2025 sesuai mekanisme pemilihan yang di atur di AD/ART. Mengembalikan serta menjalankan aturan-aturan organisasi sesuai AD/ART agar MBCI bisa semakin besar dan berguna bagi masyarakat Indonesia,” kata Arif Purnomo atau akrab dipanggil Bro Pupung yang ditunjuk sebagai Panitia Pelaksana Munaslub MBCI dalam rilis yang dikirimkan ke meja redaksi, Senin (10/1/22).

Ia menambahkan, bahwa pelaksanaan Munaslub ini juga sudah mendapat restu dari mantan President atau Ketua Umum MBCI, Bro Rudy Susanto yang sebelumnya telah mengundurkan diri.

Selain itu juga sudah diketahui oleh beberapa pendiri, diantaranya Bro H Fauzi, Bro H Dyan Dilato, Senior MBCI Bro Aldi Sanoesi.

Sementara Senior MBCI Bro Aloy, Bro Ujang Karsa, Bro Toto dan mayoritas Pengurus Wilayah MBCI juga turut memberikan dukungan terhadap Munaslub ini dengan menghadiri Munaslub sesuai undangan dari Panitia Pelaksana Munaslub.

Pelaksanaan Munaslub MBCI mengusung tema ‘Harmonisasi MBCI untuk Menjadi Lebih Kompak, Besar, Wibawa dan Tangguh’. Acara diselenggrakan Sabtu (08/01/2022) di Ballroom Balai Samudra, Kelapa Gading, Jakarta Utara dengan tetap mengikuti prokes Covid 19.

Latest Posts