Mitsubishi Fuso Masih Menduduki Market Leader Di Niaga Otomotif

0

Pengendara.com, Jakarta — Awal tahun 2021 tren mulai berubah dimana demand mulai stabil dan terus terjadi peningkatan penjualan hingga Desember 2021 yang mencapai kurang lebih 10.330 unit setalah adanya wabah covid 19 di tahun 2020, hal ini terungkap dalam acara Mitsubishi Fuso Media Gathering yang diadakan secara virtual pada Rabu (26/1).

Dalam acara tersebut juga diungkap bahwa tren positif ini bila di lihat dari market sharenya Mitsubishi Fuso masih menduduki market leader di niaga otomotif atau sebagai strong market leader meski hanya mencapai 46,7%.

Sedangkan untuk memprediksi pasar otomotif ke depan di tahun 2022, Mitsubishi Fuso harus melihatnya dari dua sisi yakni sisi positif dan sisi negatif. Sisi positif yang dimaksud adalah bila melihat prediksi GDP tahun 2021 yang mencapai 5,9% pemerintah masih berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan infrastruktutr di Indonesia.

Sementara faktor negativenya adalah pandemi covid 19 yang masih tetap menjadi perhatian setelah adanya varian baru omicron yang sudah memiliki dampak di negara negara lain yang harus di waspadai perkembangannya di Indonesia.

“Target di 2022 dengan faktor faktor yang disebutkan tadi Mitsubishi Fuso secara share akan tetap menjadi market leader 48% dengan growth 1,3%. Share LDT di tingkatkan menjadi 58%, untuk MDT agak lebih tinggi jadi lebih agresif 27% karena peluang perumbuhan cukup kuat.” kata Duljatmono, Executif Vice President of Sales & Marketing Division PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor.

Pendekatan yang akan dilakukan untuk mencapai target adalah melalui pendekatan produk dan pelayanan. Untuk pendekatan produk selain improvement, engine juga baru yakni teknologi comon rail agar ada peningkatan power di euro4.

Mengenai Regulasi euro4 sendiri tentu akan ada dampak yang perlu diperhatikan terutama dampak kenaikan harga dan kesiapan pemerintah dalam menyediakan bahan bakar euro4 serta kesiapan teknis dan proses yang perlu diperbarui seperti karoseri dan rear body untuk rancang bangun.

Sedangkan untuk pelayanan euro4 sudah elektrikal jadi harus high teknolgi juga. Dealer kita sudah high tech, dinana fuso connect untuk mendiagnostic tool dan memberikan training bagi mekanik agar capable pada perkembangan euro4.

Selain itu Mitsubishi Fuso membangun 2S Fleet Workshop untuk daerah sulit terjangkau, dibangun agar repair dan maintenance juga bisa alebih cepat.

Pada kesempatan yang sama Bayu Afrizal, General Manager Product Strategy menambahkan, “Untuk sparepart, ini sangat penting untuk bisnis niaga, sehingga kita harus menyiapkan dan menambah ketersediaanya. Kita tambah fasilitas parts depo. Untuk fighter ada layanan 2×24 jam di dalam meberikan ketersediaan parts.

Di tanya mengenai gencarnya pemerintah dalam mempromosikan kendaraan listrik di Indonesia pihak Mitsubishi menjelaskan bahwa pada 1 September 2020 sudah dibuat departemen khusus untuk pelajari kendaraan listrik di Indonesia agar di 2022 sudah melakukan tindakan yang lebih konkret.

“Kami berupaya untuk proof of concept, kami akan berkerja sama denga operator logistic untuk promo kendarana listrik fuso. Kita juga mengadakan promo utnuk sosialisasi. Kami harapkan dengan aktivitas itu kami dapat informasi yang cukup untuk kendaran listrik di pasar Indonesia.” tambah Bayu.