Pengendara.com, Tangerang — Mashadi dinobatkan sebagai Juara utama Indonesian Drifting Series (IDS) dan Indonesian Drift League (IDL) yang digelar selama musim 2021. Sementara juara kedua diduduki Carlos Max dan disusul Stephano Toton diurutan ketiga.
Acara balap mobil drift yang dilaksanakan secara offline ini diselenggarakan J99xAR Drift School bertujuan untuk menyaring bibit para drifter baru.
“Kami mengadakan sebanyak 6 putaran selama musim 2021. Tujuannya untuk menyaring bakat para drifter baru. Menggunakan sirkuit drift yang mumpuni seperti di J99 Drift Maxx Circuit juga menghindari para drifter melakukan aksi di jalanan umum,” kata Danny Ferdito, Co-Founder J99xAR Drift School dalam releasenya pada Senin (13/12).
IDS merupakan kejuaran drifting yang menggunakan sistem bracket, dimana para drifter mengikuti qualifikasi untuk mencari poin tertinggi kemudian sistem tournament dari 32 besar hingga menyisakan satu orang sebagai juara utama.
Sedangkan IDS yang dilaksanakan J99xAR Drift School ditujukan untuk peserta rookie baru agar lebih berprestasi. Selain itu, pada akhir tahun akan dipilih 6 orang dari kategori rookie ditingkatkan statusnya untuk mengikuti kategori professional pada musim balap drifting 2022 mendatang.
IDL berawal karena pada balapan drift IDS para peserta professional terpisah. Balapan IDL saat ini masih dikhususkan untuk peserta professional. Saat ini dihadirkan untuk menjaring para drifter professional lama yang telah pensiun agar kembali berlaga pada ajang drifting di Indonesia.
“Saat ini hanya dihadirkan untuk kelas professional, namun pada tahun 2022 mendatang tidak menutup kemungkinan kita akan adakan untuk kelas rookie,” tambah Dani.
IDL diadakan seperti sistem liga. Semua peserta akan saling bertanding dan akan pemenang ditentukan dengan point tertinggi. Kejuaraan yang pertama kali diadakan oleh J99xAR Drift School ini dilakukan sebanyak 6 putaran selama musim 2021.





