Pengendara.com, Jakarta — PT Astra Daihatsu Motor (ADM) sangat merasakan dampak dari program relaksasi pajak (PPnBM) yang di tetapkan pemerintah, dan dampak ini juga dirasakan oleh pasar otomotif di Indonesia.
Dampak positif dari program relaksasi ini terlihat dari meningkatkannya penjualan Daihatsu sejak pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia yakni sekitar 12 ribu unit, atau naik sekitar 47% dibandingkan Februari 2021.
Sementara pada sisi whole sales Daihatsu mengalami peningkatan dengan volume sekitar 16 ribu unit atau naik sekitar 78% dibandingkan bulan lalu. Penjualan mobil Daihatsu mengalami lonjakan drastis hingga 200% atau 2 kali lipat, khususnya pada model mobil Daihatsu yang menikmati relaksasi pajak pada Maret 2021.

Foto: Istimewa/Pengendara.com
Untuk dapat terus memenuhi kenaikan demand Daihatsu berupaya memaksimalkan supply dengan Special Action Daihatsu melalui 3P yaitu People, Production facility, Part Control.
“Daihatsu berharap, melalui upaya dan implementasi 3P ini dapat meningkatkan supply agar lebih memaksimalkan produksi agar dapat memenuhi permintaan pelanggan, ujar Stephanus Surya, Planning and Control Department Head PT ADM di acara Daihatsu Virtual Presconference yang diadakan pada Jumat (16/4).
Melalui implementasi 3P tersebut dapat meningkatkan dan mempercepat produksi Daihatsu. Hal ini dibuktikan dengan capaian tact time yang lebih singkat menjadi 1,9 menit, dari sebelumnya yang membutuhkan waktu 3,1 menit untuk memproduksi sebuah mobil, serta kapasitas unit yang mampu diproduksi dalam 1 tahun naik menjadi 460 ribu unit, dari yang sebelumnya sebanyak 330 ribu unit.



