Pemesan Mobil Daihatsu Naik Setelah Relaksasi PPnBM

Pengendara.com, Jakarta — Setelah pemerintah telah mengimplementasikan program relaksasi PPnBM (Pajak Penjualan Barang Mewah) pemesanan mobil Daihatsu naik 2 kali lipat dibandingkan bulan Februari 2021. hal ini disampaikan dalam acara press conference yang diadakan PT Daihatsu Astra Motor (DAM) pada Kamis (18/3).

Program relaksasi PPnBM yang dilakukan pada Maret hingga November 2021 ini dalam rangka menggairahkan kembali pasar otomotif Indonesia yang sedang lesu di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini.

Adapun 4 model Daihatsu yang menikmati insentif pajak adalah Xenia, Terios, Luxio, dan Gran Max Mini Bus hingga mengalami peningkatan, secara signifikan hingga lebih dari 2 kali lipat atau rata-rata mencapai 233% sejak diimplementasikan. Persentase kenaikan permintaan per-modelnya adalah Xenia sebesar 220%, Terios 253%, Luxio 197%, dan Gran Max Mini Bus 194%.

Daihatsu bersyukur dapat mengawali penjualan Februari 2021 dengan baik, disertai market share 17,9%. Daihatsu juga mengapresiasi dukungan dari pemerintah dalam memberikan insentif berupa relaksasi pajak dan memberikan dampak positif bagi pasar otomotif. 

“Kami yakin, dengan adanya dukungan ini, pasar otomotif tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Hendrayadi Lastiyoso, Marketing & Customer Relations Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation.

Secara nasional, penjualan ritel otomotif Indonesia pada Februari 2021 mencapai 46 ribu unit atau turun sebesar 13,1% dibandingkan Januari 2021 sekitar 53 ribu unit. Sedangkan penjualan ritel Daihatsu, pada periode yang sama mencapai 8.414 unit, atau turun sebesar 11,7% dibandingkan bulan sebelumnya sebanyak 9.528 unit. 

Namun berdasarkan angka penjualan ritel di atas, market share Daihatsu mengalami kenaikan menjadi 17,9% pada Februari 2021, dikarenakan penurunan penjualan ritel Daihatsu masih lebih baik dibandingkan penurunan pasar.

Selain itu, penurunan penjualan otomotif pada Februari 2021 juga disebabkan karena pasar masih menunggu  perkembangan terkait kebijakan program relaksasi ini.

Latest Posts