Uwe GG Pattaya Restorasi Motor Kontes dan Harian

    Uwe telah menjalani kegiatan rutinitasnya ini sejak 2015 hingga saat ini dibidang restorasi roda dua. Alhasil, restorasi yang bermain di kelas Thailookstyle ini naik podium.

    0

    Pengendara.com-Jangan dilihat dari tempatnya yang berada di dalam Gang Sabar, CFC Leuwiliang, Bogor, Jawa Barat, tapi lihatlah kreasi yang dikaryakannya di dunia motor. Ia pandai mengutak ngatik motor yang siap diterjunkan di kontes dan harian. Setahun berikutnya nama asli Andri Rukmana ini berhasil naik podium berkat buah karyanya Thailookstyle non matic. Ia meraih juara satu di tahun 2016, ketika kontes di Puncak.

    Singkatnya, Uwe yang telah berkecimpung itu, berhasil membuat geger Gang Sabar. Bayangkan motor yang masuk ke dalam itu menuju GG Pattaya kurang bagus menjadi bagus usai di restorasi. Warga sekitar sudah paham bahkan masyarakat sekitar wilayah Bogor sudah mengenal kehebatan Uwe.

    “GG Pattaya itu saya ambil berdasarkan searching dari google yang muncul Pattaya, nama tempat rekreasi di negara Thailand. Saya cocok dengan nama Pattaya. Akhirnya kita memilih nama bengkelnya GG Pattaya Modified. Di sini tidak hanya mengerjakan restorasi tetapi juga melayani service ringan,” kata Uwe.

    Menurut pria yang berawal dari komunitas ini service ringan yang dimaksudkan adalah service karburator dan CVT. Jasa banderolnya hanya Rp50 ribu. Namun sebenarnya di GG Pattaya ini mempersembahkan restorasi (dari nol bahan menjadi motor yang siap kontes untuk pemula).

    “Dari orisinil di restorasi. Untuk pemula kontes dan harian. Jenis motornya non matic dan matic. Waktu pengerjaannya untuk non matic paling lama sebulan sudah termasuk cat. Biaya pemula mulai Rp4 juta hingga Rp8 juta non matic. Yang membuat mahal adalah branded barangnya,” kata Uwe, Kamis (8/10/20).

    Uwe GG Pattaya Leuwiliang, Bogor.Foto Abdi/Pengendara.com

    Berbeda dengan matic yang biayanya lebih mahal karena baut harus full. Ia memberi contoh, baut dalaman tangki, baut spackboard, engine monting, baut segitiga. Dan pengerjaannya lebih sulit non matic.
    Masih menurutnya, ada tahapan dalam merestorasi motor. Yaitu kaki-kaki, bodi dan finishing.

    “Di dalam finishing GG Pattaya mengerjakannya dua atau tiga orang, ini sebelum covid. Setelah covid sangat berpengaruh untuk restorasi. Karena kegiatan modifikasi tidak ada. Bengkel kami ramai bila ada kontes,” ungkap Uwe.

    Penasaran? Datang saja ke Kampung Warna Sari Timur, RT 2, RW 12, Leuwiliang, Bogor. Patokannya CFC Leuwiliang. Atau dapat hubungi selular 089611427933.