
Pengendara.com—Skill’s Jakarta merupakan komunitas motor non politis, non komersial dan bersifat amatir atau hobi semata, dan berazaskan Pancasila yang dilandaskan pada UUD 1945 yang berada di wilayah Indonesia dan berpusat di Jakarta. Skill’s Jakarta berdiri pada 19 Maret 2000 di Jakarta, yang hingga saat ini mencatatkan jumlah anggota sebanyak 79 anggota aktif.
Terbentuknya Skill’s Jakarta berdasarkan niat dan hobi dari pengguna dan pengendara motor yang ingin mewujudkan tali persaudaraan dengan motto “No Colours, Just Brother”. Visi dan misi Skill’s Jakarta adalah ikut serta menciptakan sikap disiplin dan mematuhi tata tertib lalu lintas dalam berkendara di jalan raya yang tertanam dalam AD/ART Skill’s Jakarta.

Kegiatan ini bukan kali pertama di ikuti oleh Skills Jakarta dalam melakukan kampanye keselamatan berlalu lintas, kegiatan serupa juga telah mereka ikuti seperti, Kampanye Simpatik Keselamatan Pemudik bersama Korlantas Polri dan Dishub, mengikuti Pelatihan Keselamatan Jalan di Safety Riding Track Wahana, partisipasi Mini Road Safety Festival, serta mengikuti diskusi-diskusi keselamatan berlalu lintas dan lainnya.
Dalam kegiatan kegiatan kampanye keselamatan jalan raya, Skill’s Jakarta juga mengikuti Safety Campaign Award (SCA). Keikutsertaan pertama kalinya, Skill’s Jakarta mampu meraih Juara 2 pada tahun 2017, dan Skills Jakarta masuk dalam 50 besar komunitas atau klub motor pada ajang Safety Campaign Award tahun 2018.
Belum lama ini, berlokasi di sebuah kantin di bilangan Gatot Subroto pada tanggal 16/11/2019 lalu, Skill’s Jakarta menggelar kegiatan Sosialisasi Pentingnya Fokus Berkendara Tanpa Hand Phone (HP). Yang diberikan langsung bagi para pedagang kantin dan masyarakat umum yang berkunjung kekantin tersebut. Kegiatan ini di picu akibat banyak terjadinya kecelakaan, dimana banyak pengendara lebih fokus memainkan atau menggunakan telepon genggamnya ketika berkendara.
Berdasarkan hal tersebut, Skill’s Jakarta yang mengikuti kegiatan Safety Campaign Award 2019 dan melakukan survey terhadap 15 pedagang kantin yang terletak di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan pada tanggal 24/10/2019 hingga 8/11/2019. Selama 15 hari tersebut, Skills Jakarta melakukan survey pada rentang waktu pukul 16.00 WIB hingga 21.30 WIB.

Skills Jakarta melakukan survey dengan melakukan kuesioner, wawancara dan mengambil bukti foto salah satu responden yang menggunakan telepon seluler saat berkendara. Dan hasilnya cukup mengejutkan, berdasarkan hasil survey terhadap 15 responden, sebanyak 53,3% memakai telepon seluler saat mengendarai sepeda motor. Kemudian, para responden memiliki alasan masing-masing mengapa mereka memakai telepon seluler saat berkendara. Sebanyak 53.3% memiliki alasan membaca arah petunjuk peta (Maps).
Lalu, sebanyak 40% memiliki alasan melakukan komunikasi dengan keluarga atau teman. Dan, sebanyak 6,6% memiliki alasan tidak peduli keselamatan. Bahkan, sebanyak 92% responden tidak mengetahui undang-undang yang mengatur soal larangan menggunakan telepon seluler saat berkendara, yaitu UU Nomor 22 Tahun 2009, Pasal 106 Ayat 1. Berdasarkan data itu, Skills Jakarta menemukan permasalahan yang terjadi di lingkungan kantin tersebut.

Skill’s Jakarta juga melibatkan Aan Ghandi, Lead Instructure Global Defensive Driving Consulting (GDDC), yang memberikan komentar “Kebiasaan itu, kata dia, membuat konsentrasi untuk memperhatikan jalan menjadi berkurang. Misalnya, berkendara sambil menelepon. Hal itu jadi salah satu pemicu kecelakaan yang banyak didominasi kaum milenial. Keselamatan harus menjadi kebutuhan.
Selain itu, Denny Triyoko, ketua panitia SCA menjelaskan, Skill’s Jakarta harus terus bergerak untuk menyebarkan pesan-pesan keselamatan jalan. Saat ini, kami fokus terhadap komunitas pedagang kantin di sekitar Gatot Subroto. Kami ingin menjelaskan betapa bahayanya menggunakan HP saat berkendara.

Tujuan Kegiatan
Sosialisasi bahaya penggunaan telepon seluler sambil berkendara kepada target 15 responden pedagang kantin di bilangan Gatot Subroto. Membangun kesadaran mengurangi fatalitas dengan tidak menggunakan telepon seluler sambil berkendara, dan menciptakan sistem di kantin tersebut yang terdiri atas:
>Aturan kewajiban tidak menggunakan telepon seluler pada saat berkendara.
>Materi menjaga konsentrasi saat berkendara.
>Penempelan sticker sosialisasi di tempat usaha pedagang kantin.
Untuk mencapai tujuan itu, Skills Jakarta menggunakan instrumen survey, yang kemudian melakukan Pre and Post Test kepada 15 responden pedagang kantin. Dengan tujuan untuk mengetahui indikator sukses atau tidaknya transfer pengetahuan kegiatan sosialisasi tersebut.
Skill’s Jakarta juga akan mengukur perubahan perilaku dengan cara monitoring dengan cara memotret para responden saat dari mulai dan sesudah kegiatan berdagang. Kemudian, Skills Jakarta berusaha membangun sistem dengan mengeluarkan imbauan bahayanya menggunakan telepon seluler saat berkendara. Skills Jakarta juga akan memonitor komitmen itu setelah kegiatan sosialisasi, apakah sudah terealisasikan atau belum.
Susunan Panitia kegiatan Implementasi Road Safety Campaign – SCA 2019 Skill’s Jakarta
1. Ketua Pelaksana: Denny Triyoko
2. Sekretaris: Alif Priyono dan Fransiskus Glycemartin
3. Bendahara: Tomdi
4. Humas/Medsos: Ali
5. Dokumentasi: Achmad Badawi, Prastyo Triwibowo dan Eko Purnomo Adi
6. Logistik: Sudi Hardono
7. Koordinator Lapangan: Fajar Herlambang dan Theresianto Ignatius


