Karyawan Toyota di Australia/Foto Carscoops/Pengendara.com
PT Denka Pratama

Pengendara.comKeputusan ini tidak dadakan. Toyota sudah mengumumkan rencana penutupan itu tiga tahun yang lalu. Bahkan, Toyota tidak begitu saja memecat karyawannya. Dalam tiga tahun ini, mereka sudah meluncurkan program Drive (Dedicated, Ready, Individual, Vocational, and Energised).

Dari siaran pers resmi Toyota, Drive merupakan program transisi. Program ini sudah diikuti 2.200 karyawan untuk membantu mempersiapkan masa depan di luar penutupan pabrik tersebut.

Sebagai bagian dari strategi penting jangka panjang, program Drive telah menawarkan berbagai layanan manajemen karier dan layanan pendukung transisi, termasuk menetapkan tujuan karier individu, pelatihan keterampilan kerja, lanjutan pendidikan, informasi di industri lain, hari karier, dan dukungan pencari pekerjaan lain.

“Program Drive dirancang sebagai one-stop shop bagi karyawan kami, untuk memastikan mereka berada dalam posisi terbaik untuk mendapatkan pekerjaan baru di masa depan,” ujar Presiden Toyota Australia, Dave Buttner seperti dilansir laman Carscoops, kemarin.

“Seperti yang dijanjikan pada 2014, perusahaan telah berkomitmen untuk melakukan segala hal yang dapat kami lakukan, untuk mendukung karyawan kami saat kami melakukan transaksi ke perusahaan penjualan dan distribusi nasional,” katanya.

Sementara itu, tujuan program ini memang untuk memastikan karyawan Toyota agar yakin dan siap menghadapi masa depan saat meninggalkan Toyota. Program ini bakal terus mendukung karyawan Toyota hingga pertengahan 2018.

 

 

Dealer Suzuki