PT Denka Pratama

Pengendara.com-Sudah lama ia ingin menuju titik nol KM, Sabang. Selain untuk touring selepas PSBB, perempuan yang berprofesi sebagai guru ini, mempunyai alasan tertentu kepergiannya ke Titik Nol KM.

“Tujuannya sih hanya satu. Selain touring dan saya kangen dengan pulau Sumatera. Dan, bagi saya kehidupan itu bisa kembali ke nol dan berawal dari nol. Jadi apa yang kita dapat bisa hilang dalam sekejap. Mungkin inilah alasan kuat saya jalan ke sana,” kata Sist Farah dengan nomor registrasi HRC Jakarta, 085.

Sist Farah yang mempunyai nama lengkap Siti Farah Nurmeisari ini, memulai jalannya tanggal 5 Juli dari Jakarta. Tiba di Sabang tanggal 12 Juli 2020. Diakui olehnya, ia harus mengurus dokumen protokol kesehatan, seperti rapid test dan sebagainya yang merupakan syarat masuk titik nol Sabang.

“Hari Senin 13 Juli bikin surat rapid tes. Karena syarat untuk masuk ke pulau Sabang. Sehari berikutnya saya menuju penyeberangan jadwal pagi supaya dapat lanjut ke tugu titik 0 km,” ujar Sist Farah kelahiran 26 Mei 1976.

Sist Farah di basecamp HOJAC, titik nol km.Foto Dok Pribadi/pengendara.com

Ia menuturkan, selama perjalanan tidak ada kendala. Hanya ia harus melawan rasa ngantuk serta cuaca yang sering berubah.

“Mengenai mistis diperjalanan bersyukur saya tidak mengalaminya. Pokoknya aman,” katanya kepada Pengendara.com.

Masih menurutnya, jalanan Palembang Jambi rusak. Ibaratnya “ngeles dari kanan kena lubang di kiri. Ini yang membuat velg oleng.

Lalu, bagaimana dengan profesi gurunya, apakah tidak mengganggu kesibukan proses belajar mengajar? Kan masih libur. Masuk lagi tanggal 3 Agustus.

Dealer Suzuki