Ilustrasi kendaraan menerobos genangan air, foto: istimewa/Pengendara.com.
PT Denka Pratama

Pengendara.com—Indonesia memiliki 3 macam iklim, yaitu iklim musim (iklim muson), iklim tropika (iklim panas), dan iklim laut. Namun, di Indonesia lebih dikenal dengan iklim tropis yang biasa disebut dengan sebutan iklim panas. Dengan letak pada posisi yang strategis, menyebabkan Indonesia berada di wilayah yang rentan akan perubahan iklim atau cuaca.

Perubahan iklim yang terjadi kurun waktu dalam 6 bulan sekali ini sudah dapat dipastikan, sehingga perubahan iklim di Indonesia dengan beberapa fenomena yang mempengaruhi iklimnya ini sangat mudah untuk dipelajari, seperti saat perubahan musim panas ke musim penghujan.

Dan pada saat musim penghujan inilah sering sekali menjadi permasalahan pagi pengguna kendaraan, mulai dari banjir, pohon tumbang, dan gangguan lainnya. Terlebih bagi pengendara yang berada di ibukota yang masih banyak menjadi lokasi genangan air, dari genangan yang kecil sampai yang besar.

Yang membuat pengendara harus mengambil keputusan antara melintasi genangan tersebut, atau menghindarinya dengan mencari jalan alternatif lain. Di sinilah saatnya untuk Anda tetap waspada, jangan remehkan genangan air yang dilewati kendaraan, baik roda dua maupun roda empat pasti akan menimbulkan masalah.

Berikut ini tips melalui genangan air untuk roda empat, mempersiapkan kendaraan agar fit dan bisa diandalkan saja tidak cukup, para pengendara pun dituntut memahami beberapa langkah pasti ketika melalui genangan air.

Pertama, pahami dan kenali karakter dan kondisi kendaraan sebelum Anda melakukan aktifitas dengan kendaraan. Perhatikan dengan seksama kontur jalan yang dilalui, terlebih saat tergenang air dengan cara perhatikan kendaraan lain yang berada di sekitar Anda.

Bila Anda pengguna kendaraan jenis sedan atau city car yang tidak memiliki ground clearance yang cukup tinggi, lebih berhati-hati ketika melintasi jalan yang di genangi air, sebab kebanyakan kondisi jalan yang tergenang air mengalami kerusakan atau berlubang, yang berakibat susah untuk diprediksi ketinggian genangannya.

Untuk langkah amannya, pastikan ketinggian genangan air tidak mencapai filter udara, dang juga perhatikan gelombang air genangan tersebut jangan sampai masuk kedalam filter udara untuk mencegah kendaraan mogok. Jika sampai filter udara terendam, dapat menyebabkan water hammer (air masuk ke ruang pembakaran) dan tentunya bisa merusak mesin.

Selain itu, pastikan Anda melaju dengan kecepatan rendah dan gunakan gigi rendah pada transmisi manual dan pada transmisi otomatis saat menerobos genangan air. Hindari juga posisi setengah kopling ataupun menggantung/memainkan gas dalam genangan, karena berpotensi menimbulkan gelombang.

Jika ternyata ketinggian air melebihi batas aman dan menyebabkan mobil Anda mogok, maka jangan pernah untuk mencoba menyalakan mesin mobil lagi. Karena dikhawatirkan akan menyebabkan kerusakan yang lebih parah.

Jika sudah melalui genangan air tersebut, segera periksa kondisi rem apakah tetap optimal dengan metode sederhana. Jalankan kendaraan dengan kecepatan rendah, sekitar 5 km/jam, injak pedal rem berkali-kali untuk memastikan kondisinya prima.

Dealer Suzuki