PT Denka Pratama

Pengendara.com, Jakarta — Mobil bekas masih diminati terutama di segmen LCGC dan LMPV yakni Avanza dan Xenia. Bila dilihat secara presentasi jumlahnya juga cukup tinggi sekitar 80 persen dan sisanya yang 20 persen adalah tukar tambah. Hal ini disampaikan Halomoan Fischer, COO Mobil88 dalam acara Ngobrol Virtual Dulu (Ngovid) bersama Forum Wartawan Otomotif (Forwot) pada Rabu (18/11).

Penjualan mobil di segmen LCGC dan LMPV akan lebih bergairah di bulan November dan  Desember tahun ini, apalagi dengan  adanya peran perusahaan pembiayaan atau leasing. Bila dukungan leasing kuat maka market akan bergerak dengan baik karena masyarakat yang membeli mobil menggunakan fasilitas perusahaan pembiayaan dimana hasil penjualan dapat diprediksi 900 sampai 1000 unit sebulan.

Adanya pendemi covid 19 pembelian mobil bekas juga dapat menjadi solusi atau pilihan bila dibandingkan dengan menggunakan transportasi umum sebab dengan memiliki mobil pribadi akan lebih aman dan nyaman bila kita ke tempat tempat umum meski tidak semua juga orang beralih ke mobil pribadi.

Dalam kesempatan itu Fisher juga mengatakan bahwa banyak perusahaan yang bermunculan untuk berjualan mobil bekas, tetapi prinsip kami senang karena bisa membentuk standar industrinya, namanya perusahaan itu identik dengan SOP tapi kalau toko toko kecil itu kan beda cara penjualannya. Oleh sebab itu rasanya market butuh banyak player yang punya standar, bahkan kalau bicara perang harga tapi ada batas batas tertentu tanpa mengorbankan reputasi, perang harganya terkontrol dan kami sangat senang karena perang harganya sehat.

Disinggung mengenai pajak nol persen memilki dampak yang sangat besar, wacananya sangat general ada penghapusan pajak mobil baru yang mana ingin dihapus kita belum tahu. ini membuat pasar heboh. Kalau sampai mobil baru turun 40 persen dampaknya orang tidak akan membeli mobil bekas, kalau memang terjadi orang pasti lebih memilih mobil baru dari pada mobil bekas.

“Isunya memang wacana ini belum mendapat persetujuan dari menteri keuangan sebab kenaikan penjualan mobil bekas sangat terasa dari pertengahan bulan Oktober sampai hari ini penjualan kami turun.” jelas Fischer.

“Pembeli mobil bekas memang masih belum tertib sebab pembeli mobil bekas kebanyakan UMKM atau masyarakat kalangan bawah mungkin ini juga menjadi salah satu persoalan.” tambahnya.

Bila dilihat dari survey, 80 persen pembeli mobil bekas memulai pencariannya di internet, dengan cara browsing atau googling, kemudian dari situ  mereka  melihat fisik mobilnya baru melakukan transaksi. Namun yang bertransaksi melalui online di Mobil88 selama pandemi sekitar 30 persen  berasal dari wilayah Jakarta, Bandung dan Surabaya.

Dalam menghadapi penurunan penjualan mobil bekas Mobil88 sebisa mungkin melihat marketnya seperti apa yang dibutuhkan oleh konsumen, memang ada pergeseran dari perilaku marketnya yang mencari kendaraan yang produksi tahun tua harus mengisi produknya ditahun yang sama.

Meski interaksinya berkurang, konsumen bisa melihat stok mobil yang ingin mereka cari, sebab pandemi ini membuat kustomer lebih digitalize mencari mobil lewat online, pandemi membuat perubahan perilaku di market. Showroom yang bisa bertahan adalah yang bisa beradaptasi menghadapi perubahan apalagi hingga saat ini harga mobil bekas masih belum normal, masih ditambah pedagang mobil bekas yang banyak menjamur seperti UMKM.

Menyikapinya penjualan mobil bekas yang menurun Mobil88 tetap menggunakan standar SOP yang baku mengingat Mobil88 perusahaan dibawah Astrta seperti bagaimana mobil itu masuk, rekondisi sampai dijual  serta ada leasing yang menanganinya.

Mengenai prediksi penjualan mobil bekas sampai akhir tahun kalau keadaan normal, akhir tahun itu menjadi pesta otomotif melihat adannya libur natal dan tahun baru,  apabila putaran ekonominya membaik november desember ini akan normal dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.

Untuk target penjualan mobil bekas tahun depan Mobil88 diharapkan mencapai 12.000 hingga 20.000 unit tahun depan, artinya masuk ke fase normal kalau vaksinnya ada dan berhasil, tetapi kalau gagal targetnya bisa di bawah itu. Sebab hingga akhir tahun ini sudah terjual 9.000 -10.000 unit dengan target awalnya 20.000.

Pada bagian penutup dari acara ini Halomoan Fischer memberikan tips bagaimana membeli mobil bekas agar tak buntung adalah memilih mobil yang fungsional dan melupakan membeli mobil yang berlebih yang dapat membebani keuangan.

Kemudian pilih leasing yang dipercaya agar tidak termakan isu atau promo yang menyesatkan, perhatikan TDB ditambah angsuran kali tenornya kalau ingin membeli mobil dengan cara kredit dan jangan tergiur dengan Pricelist yang murah.

Lebih baik membeli mobil bekas di showroom yang terpecaya atau paling tidak sama orang yang sudah di kenal agar tidak tertipu dan jangan tergiur dengan harga murah tapi setelah dicek banyak perbaikan yang menimbulkan biaya tambahan.

 

Dealer Suzuki