Inovasi Teknologi yang senantiasa dikembangkan McLaren membuatnya mampu berkompetisi dalam market Supercars./Foto Dok. Pribadi/Pengendara.com
PT Denka Pratama

Pengendara.comWawan mengungkapkan, point of interest McLaren ada pada teknologi kecepatan. Teknologi dalam industri otomotif McLaren sangat maju. Bahkan, seluruh teknologi kecepatan, manajemen, dan computerized unit di Formula 1 (F1) itu milik McLaren.

Sebab, sejak awal McLaren memang fokus di F1. Saat itu, mereka belum bikin mobil. McLaren membuat mobil setelah tahun 2011, memproduksi mobil untuk road car. “McLaren sangat berpengalaman di sirkuit balap, begitu pula inovasi teknologi kecepatannya yang terus berkembang dan diaplikasikan dalam mobil buatannya,” ungkap Wawan.

Loyalitas customers McLaren sangat kuat./Foto Dok Pribadi/Pengendara.com

Termasuk teknologi terbaru di McLaren 720S, menurut Wawan, customers loyal McLaren di Indonesia pun juga dapat merasakan inovasi teknologi terkini dari McLaren. “720S merupakan lompatan besar teknologi dibandingkan pendahulunya 650. Saya sudah mencoba kendaraan ini memang luar biasa, mendekati sempurna. Handling enak dan paling asyik dalam pengaturan drifting,” kata Wawan.

McLaren 720S dipersenjatai mesin terbaru yang canggih, twin turbocharged 4.0-liter yang powerful dan akseleratif. Supercars ini dapat melesat dari 0 ke 200 kilometer per jam hanya dalam waktu 7,8 detik dengan kecepatan maksimum mencapai 341 kilometer per jam.

Wawan membawa McLaren terus melesat di Indonesia./Foto Dok Pribadi/Pengendara.com

Kehebatan mesin McLaren ini didukung bobot ringan mobil karena menggunakan sasis dari serat Carbon Monocage II. Bahan ini diadopsi dari formulasi teknologi McLaren yang memang piawai dalam ajang balapan F1 tersebut. Desain tampilan atap yang khas racy style menegaskan reputasi McLaren di dunia balap. Di ruang kokpit, selain aroma balap, terasa kental pula cita rasa luxury aristokrasi kendaraan Inggris.

McLaren membuktikan produknya mampu berkompetisi dengan supercars lainnya seperti Ferrari, Lamborghini, dan Porsche. Loyalitas customers McLaren di Indonesia terpatri kuat karena layanan istimewa yang diberikan Wawan dan super team McLaren.

Tak hanya di Jakarta, pembeli mobil super buatan Inggris ini tersebar di sejumlah kota besar di Indonesia seperti Bandung, Bali, dan Surabaya.

Pasar supercars terus berkembang dan prospektif. Wawan yang memimpin Aston Martin dan McLaren turut mewarnai market di Indonesia./Foto Dok. Pribadi/Pengendara.com

Untuk after sales service McLaren Jakarta selaku Agen Pemegang Merek (APM) McLaren di Indonesia memiliki workshop untuk service center yang berlokasi di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. “Service 24 jam setiap mobil ada masalah kami layani. Teknisi sudah mendapatkan pelatihan langsung dari McLaren, Inggris,” kata Wawan. Sedangkan pelayanan di daerah, McLaren Jakarta memiliki layanan flying mechanic yang dapat mengirimkan mekaniknya ke daerah domisili pelanggannya.


Selesai. Ikuti The Series bersama Sosok lainnya, hanya di Pengendara.com

Dealer Suzuki