Bikers HD Platinum Funtastic Touring di New Zealand/Pengendara.com
PT Denka Pratama

Pengendara.com—Sebanyak 10 peserta HD Platinum Funtastic Tour, terdiri dari 4 pasangan, dan 2 single bikers take off dari Jakarta pada 26 Oktober 2018 dan landing di Christchurch, New Zealand (NZ) keesokan harinya.

Touring bikers HD Platinum mengendarai 6 motor besar Harley-Davidson di Selandia Baru ini menempuh jarak kurang lebih 1.700 kilometer selama 6 hari, melewati 7 kota besar dan 178 pedesaan.

Scenic route yang dilalui ; Christchurch, pegunungan bersalju, Milford Sound, Te Anau, Crown, Range Road, singgah di Hotel Cardrona, Lake Pukaki, Lake Tekapo, Lake Wanaka, dan Mt Cook. Sampai kemudian finish ride di Rolling Thunder Harley-Davidson pada 2 November 2018. Rata-rata riding per harinya sejauh 300-400 kilometer.

“Touring New Zealand HD Platinum ini istimewa dan lengkap rasanya, kami menikmati hujan, salju di perjalanan, melalui danau-danau, garis tepian pantai. Sejauh mata memandang pegunungan bersalju dan langit biru,” kata Bro Fred Ferini, Tour Director & Road Captain HD Platinum kepada Pengendara.com

Bikers HD Platinum melalui tunnel, terowongan jalan yang lumayan panjang, jembatan, menyisir jalan-jalan di pinggir danau yang penuh airnya. Berkendara di jalan tepian pesisir pantai, southern coast yang berangin liar dan kencang.

“Masih di perjalanan, di kanan kiri jalan kami menyaksikan hamparan padang hijau subur dengan ternak domba, dan sapi-sapi gemuk merumput, serta burung-burung kiwi seperti berada di dunia teletubies,” kata Bro Fred.

Dalam rangkaian ittenary, bikers HD Platinum rekreasi berlayar dengan kapal pesiar di Milford Sound. Di daerah Colonial Oamaru bertemu dengan Blue Penguin, lumba-lumba, dan walrus. Peserta tour tak lupa mengunjungi dealer Harley-Davidson paling selatan di dunia, yakni Harley-Davidson McIver & Veitch di Kota Dunedin, NZ.

Berlayar dengan kapal pesiar di Milford Sound./Pengendara.com

Selain itu, menikmati hidangan salmon segar di Twizel Salmon. “Yang tadinya mungkin tidak suka makan daging ikan mentah, tiba-tiba bisa suka karena segarnya Salmon di sana,” kata Bro Fred. Bikers HD Platinum singgah pula di Queenstown, kota lifestyle termahal di NZ. “Di sini, kami naik Skyline dan dining sambil melihat panorama kota dari ketinggian,” kata Bro Fred.

Menurut Muhamad Ali Nurdin, salah seorang biker, ini touring pertama kalinya bersama HD Platinum ke New Zealand yang sangat berkesan. “Rute jalan yang dinamis dengan panorama yang indah, menyenangkan. Saya touring mengajak anak perempuan saya. Kami sangat menikmati perjalanan ini,” kata Bro Ali.

Kesan senada disampaikan Bro Efran Yuniarto, touringnya mantap dari awal sampai akhir. Semua rute dan destinasi menakjubkan. “Kalau ada rezeki saya ingin touring lagi ke New Zealand,” katanya yang mengajak istri tercinta Elvira Hanum. “Selama di New Zealand pusing-pusing hilang karena udara yang segar dan kita benar-benar refreshing, pemandangan indah seperti lukisan. Benar-benar indah. Amazing!” kata Sis Elvira.

Untuk touring di New Zealand, terutama rute menuju Hotel Caldrona yang berselimut salju, dibutuhkan skills piawai berkendara motor besar karena cukup banyak tikungan tajam, jalan menurun, menanjak, bahkan dengan tikungan patah 90 derajat, butuh perjuangan ekstra.

“Sejauh ini saya belum pernah lihat ada bikers dari Indonesia singgah di Hotel Caldrona, karena membutuhkan keberanian, dan ketenangan saat riding ke arah puncak pegunungan ini. Saya kagum dengan semangat dan tekad seluruh bikers HD Platinum,” kata Bro Fred yang berpengalaman sejak tahun 2010 sudah membawa 150 bikers Indonesia untuk touring di New Zealand.

Bro Mustika Lautan Ling mengaku senang dan memiliki kesan yang mendalam touring bersama HD Platinum, ke ujung selatan dunia di Selandia Baru. “Teman-temen seperjalanan menyenangkan. Harapan saya, bisa touring bareng lagi,” kata Bro Mustika.

Touch snowy./Pengendara.com

Menembus Udara Dingin Bersalju

Menurut Bro Fred, sepanjang perjalanan bikers disuguhi pemandangan alam yang indah. Semua destinasi yang dikunjungi menyenangkan, ini bukan sekadar cuci mata, tapi cuci jiwa, kami seperti berada di dunia dongeng, negeri yang subur, hijau, langit cerah berwarna biru.

Di jalan bebas hambatan yang sepi, beraspal mulus, dan diperbolehkan untuk speeding, kecepatan bisa mencapai 130 kilometer per jam supaya tidak ngantuk. “Namun, kalau kecepatan terlalu tinggi, kami malah menggigil kedinginan karena suhu rata-rata 9 derajat celcius. Bahkan, di daerah tertentu malah minus 2 derajat celcius,” kata Bro Fred.

Bro Fred bersama Sis Lulu, istri tercinta di NZ./Pengendara.com

Oleh karena itu, bikers harus mengenakan pakaian berlapis, baju hangat berbahan wol yang tidak tembus udara dingin, menjaga temparatur tubuh.

“Saya sendiri sampai beli sarung tangan tradisional harganya 10 dolar NZ (sekitar Rp100 ribuan). Ternyata sarung tangan tradisional yang di dalamnya berlapis bulu domba itu bisa menjaga suhu tetap hangat di tangan. Sedangkan sarung tangan riding gear saya yang harganya Rp1,5 juta malah bikin tangan kaku karena kedinginan. Saya kasih tahu peserta bikers yang lain tapi tidak ada yang beli,” kata Bro Fred tersenyum.

Bikers HD Platinum bertemu Bikers dari Congo di kawasan Te Anau./Pengendara.com

Di kawasan Te Anau, bikers HD Platinum bertemu bikers dari Congo saat sedang isi bahan bakar di pom bensin. Petugas pom bensin bilang, bikers dari Indonesia dan Congo adalah Crazy Bikers! Karena riding di kondisi cuaca dan musim menuju dingin, saat hujan dan salju sering turun, di mana kebanyakan warga masyarakat NZ lebih suka berada di dalam rumah dengan penghangat ruangan. Absolutely Crazy bikers!

Bikers Peserta HD Platinum New Zealand Funtastic Touring

  1. Nur Muhammad Zain Kamilan

2. Mustika Lautan Ling

3. Muhamad Ali Nurdin

4. Alya Diva Amadisya

5. Efran Yuniarto

6. Elvira Hanum

7. Saryono

8. Sri Mukhmulah Rois

9. Fred Ferini

10. Lulu

 

Cerita touring HD Platinum lainnya ada di sini : HD Platinum Best of The West Ultimate Motorcycles Tour

Dealer Suzuki