External Communication Manager Pertamina Arya Dwi Paramita./Foto Pengendara.com
PT Denka Pratama

Pengendara.com—Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang lebih berkualitas dengan RON di atas 88 seperti Pertalite dan Pertamax dianjurkan karena menghasilkan emisi yang lebih bersih dan efisiensi dalam pemakaian bahan bakar.

Menurut External Communication Manager Pertamina Arya Dwi Paramita, Permen Kementerian LHK No P20/MENLHK/SETJEN/KOM/1/3/2017 menetapkan badan usaha untuk menyediakan bahan bakar dengan spesifikasi bensin RON minimal 91.Standar kualitas yang disampaikan pun setara Euro 4.

“Kalau Premium, Oktannya 88 dan standarnya baru Euro 2. Jadi jelas tidak sesuai,” kata Arya dalam acara Obrolan Ringan Otomotif (Bro Ringo), Mitos dan Fakta Seputar BBM dan Pelumas yang diselenggarakan Forum Wartawan Otomotif (Forwot) bekerja sama dengan Pertamina di kawasan Bogor, Jawa Barat, pada Senin (28/3/2018).

Mitos dan Fakta Seputar BBM dan Pelumas dalam Obrolan Ringan Otomotif yang diselenggarakan Forum Wartawan Otomotif (Forwot) bekerja sama dengan Pertamina./Foto Pengendara.com

Kementerian Kesehatan RI beberapa waktu lalu telah menyampaikan bahwa BBM beroktan rendah 88 alias premium berdampak negatif terhadap kesehatan dan berpotensi menimbulkan kanker. Saat ini, kanker adalah pembunuh peringkat teratas. Hal senada juga disampaikan kalangan DPR RI. Kemenpora pun angkat bicara, menyoroti aspek udara bersih dan kaitannya dengan penyelenggaraan Asian Games.

Oleh sebab itu, produsen mobil tidak merekomendasikan penggunaan BBM Oktan 88 karena dampaknya buruk terhadap kinerja mesin. Kalau dilihat semua mobil keluaran baru saat ini sudah merekomendasikan pemakaian BBM ber oktan 92.

Dealer Suzuki