Presiden Komisaris PT Balmer Lawrie Indonesia, Andrew Baskoro (tengah) bersama jajaran direksi./Pengendara.com
PT Denka Pratama

Pengendara.com—Industri pelumas di Indonesia dalam catatan Kementerian Perindustrian RI diperkirakan idealnya bisa mencapai kapasitas produksi hingga 2,04 juta kilo liter per tahun. Namun, sampai saat ini produksi yang mampu dihasilkan hanya sekitar 858.360 kL per tahun.

Sementara itu, Asia Pacific menurut data Grand View Research menjadi pasar terbesar untuk gemuk (grease) di 2017 yaitu sekitar 40% dari global share. Pada bagian lain, pertumbuhan bisnis armada truk (kendaraan golongan III) di ASEAN pada 2015, misalnya menurut IPSOS Business Consulting, telah menguasai 63% dari total 4,8 juta armada dan terus bertumbuh. Hal ini diyakini ikut mendorong pertumbuhan pasar industri pelumas lokal secara positif, khususnya grease, baik untuk penggunaan di dalam negeri maupun kebutuhan ekspor.

Balmerol Lubricant/Pengendara.com

PT Balmer Lawrie Indonesia merupakan perusahaan joint venture PT Imani Wicaksana dan Balmer Lawrie (UK) Ltd, Inggris. Balmer Lawrie & Co. Ltd, India yang didirikan sejak 1867 merupakan Miniratna 1 perusahaan sektor publik yang berada di bawah Kementerian Perminyakan & Gas Alam, Pemerintah India.

Balmer Lawrie & Co. Ltd, India merupakan induk perusahaan Balmer Lawrie (UK) Ltd. Sejak memulai usahanya, Balmer Lawrie yang juga memiliki beberapa usaha patungan di India dan luar negeri, telah lebih dulu dikenal sebagai pelopor dan produsen pelumas gemuk (grease) di India.

“Walaupun kami lebih diketahui sebagai produsen grease karena perusahaan induk kami adalah pionir dalam industri grease di India yang juga merupakan produsen grease terbesar di sana saat ini, serta termasuk dalam sepuluh besar di seluruh dunia, kami juga memiliki semua jenis minyak pelumas serta bituminous dan wax-based compound,” kata Presdir PT Balmer Lawrie Indonesia, Abhijit Roy.

Kualitas grease Balmerol bukan hanya diakui di India, tetapi juga di Indonesia. Ini ditandai dengan terus meningkatnya volume produksi yang dilakukan pabrik Balmerol di Cikande, Jawa barat. Memasuki tahun ke-8 di Indonesia, PT Balmer Lawrie Indonesia secara konsisten telah memproduksi sendiri grease 6.000 MT/tahun, oli pelumas (3.000kL/tahun) serta Bituminous Compound (3.000MT/tahun) dalam satu shift produksi dari pabriknya di Cikande, Banten.

Balmerol/Pengendara.com

Ketat dalam Kualitas

Ada beberapa jenis pengujian laboratorium yang dilakukan PT Balmer Lawrie Indonesia untuk memastikan kualitas grease yang diproduksi, seperti pengujian penetration (kekentalan), four ball (ketahanan terhadap beban), dropping out (titik leleh) and water washout (ketahanan terhadap air).

Selain itu, pabrik Balmerol memiliki satu ketel pengolah khusus yaitu pressure kettle dan tiga special twin motionfinishing kettle, yang tidak dimiliki perusahaan lain. Pressure kettle digunakan untuk memproduksi berbagai jenis grease Lithium dan Lithium Complex, yang biasa digunakan pada kendaraan berat, atau alat berat yang beroperasi pada beban berat dan temperatur yang tinggi.

Kualitas terbaik Balmerol Lubricant/Pengendara.com

“Produk dari pabrik kami ini banyak menghasilkan produk toll blending dimana kita mengerjakan produk – produk untuk merek lain yang di pasaran itu sudah ternama. Secara tidak langsung itu menjelaskan bahwa kualitas produk kita sangat baik, “ tegas Preskom PT Balmer Lawrie Indonesia, Andrew Baskoro.

Oleh sebab itu ke depannya, pihaknya sangat percaya diri untuk melakukan penetrasi pasar melalui produk dengan brand Balmerol.Dalam acuan baru bisnisnya di 2019, PT Balmer Lawrie Indonesia mengusung empat poin penting, yaitu world class lubricant at affordable price, providing comprehensive lubrication solution, market leader in grease & specialty lubricants, serta enviromentally friendly lubricant .

Pabrik Balmerol/Pengendara.com

PT Balmer Lawrie Indonesia turut mengumumkan pergantian Direksinya, dari pejabat lama K. D Jamsandekar, ke pejabat barunya Takwa Fuadi Samad pada Senin (5/11) di hadapan wartawan. Penetapan arah dan strategi baru perusahaan ini, menurut Direksi yang baru, Takwa Fuadi, didalamnya juga memperkuat jaringan pemasaran.

“Saat ini kami mengevaluasi distributor kami, sekaligus mencari distributor yang lebih andal. Kami ingin memastikan kedepannya penetrasi pasar kami bisa jauh lebih baik, serta ketersediaan produk kami bisa menjangkau target pasar yang dibutuhkan,” tegas Takwa, yang akan berfokus pada pemasaran.

Ia juga membuka kesempatan pihak manapun yang berminat dan memenuhi kualifikasi, dapat bekerjasama sebagai distributor produk Balmerol.Dengan kualitas produk Balmerol yang teruji selama puluhan tahun di negara asalnya, PT Balmer Lawrie Indonesia sangat percaya diri untuk melakukan penetrasi pasar di dalam negeri melalui produk dengan brand Balmerol.

Dealer Suzuki