VinFast Dinilai Jadi Model Baru Industri Kendaraan Listrik ASEAN

0

Produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast, dinilai berhasil menciptakan lompatan cepat dalam industri otomotif regional hanya dalam waktu dua tahun.

Pengendara.com-Dari pemain baru di pasar global, VinFast kini mulai mengambil peran strategis di Indonesia, ditandai dengan peresmian fasilitas manufaktur berteknologi tinggi dan ekspansi ekosistem kendaraan listrik.

Ekonom Indonesia Josua Pardede menilai keberhasilan VinFast tidak terlepas dari kekuatan ekosistem Vingroup, konglomerasi terbesar Vietnam. Menurutnya, Vingroup membangun struktur terintegrasi yang menghubungkan manufaktur, teknologi, properti, energi hijau, hingga layanan publik dalam satu kerangka strategis.

“VinFast bukan berdiri sendiri. Ia bagian dari superstruktur industri yang memungkinkan skala besar dan kecepatan eksekusi yang jarang ditemui di Asia Tenggara,” ujar Pardede.

Model integrasi vertikal tersebut memberi VinFast keunggulan dalam mempercepat ekspansi global. Untuk pasar berkembang seperti Indonesia dan India, VinFast menerapkan strategi perakitan lokal sebagai tahap awal, sembari meningkatkan kandungan lokal dan membangun jaringan diler secara bertahap guna menekan biaya investasi awal.

Dalam sektor mobilitas hijau, Vingroup juga mengembangkan ekosistem terpadu melalui VinFast sebagai produsen kendaraan listrik, VinBus untuk transportasi publik, V-Green sebagai penyedia infrastruktur pengisian daya, serta GSM yang mengusung mobilitas berbasis layanan. Pendekatan ini dinilai dapat mempercepat adopsi kendaraan listrik karena konsumen ditopang oleh sistem yang lengkap.

Pardede menambahkan, Indonesia yang tengah menghadapi tantangan kemacetan dan kualitas udara, serta menargetkan net-zero emissions pada 2060, berpotensi memperoleh manfaat besar dari model industri terintegrasi semacam ini, selama disesuaikan dengan kondisi lokal.

Usai meninjau pabrik VinFast di Hai Phong, Pardede menyebut fasilitas tersebut sebagai salah satu yang paling terotomatisasi di kawasan, dengan kapasitas produksi ratusan ribu unit per tahun. Investasi manufaktur canggih ini dinilai menjadi sinyal keseriusan Vietnam untuk naik kelas dalam rantai nilai industri otomotif.

“Keberadaan VinFast menunjukkan bahwa Asia Tenggara tidak lagi sekadar basis produksi, tetapi mulai melahirkan merek dan teknologi global,” kata Pardede.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberlanjutan VinFast tetap akan ditentukan oleh kinerja keuangan, kualitas produk, dan tingkat kepercayaan konsumen dalam jangka panjang. Bagi Indonesia, investasi VinFast juga mencerminkan semakin kuatnya kerja sama industri intra-ASEAN di tengah transisi menuju ekonomi hijau.