Rara Pawang Hujan MotoGP Mandalika yang Berkeliaran di Area Sirkuit

0

Seluruh badan dan pakaiannya basah kuyup. Ia memohon agar hujan berhenti. Inilah ritual Rara Istiati Wulandari di MotoGP Mandalika.

Pengendara.com-Namun siapa yang menduga Rara yang menpunyai rambut panjang ditugaskan sebagai pawang hujan di Mandalika. Kabarnya ia juga sebagai penolak hujan di acara Nasional.

Aksinya sempat terekam kamera MotoGP Internasional ketika derasnya hujan menampar sirkuit Mandalika. Akibatnya race day tertunda sesaat.

Dengan mulutnya yang komat kamit yang dilengkapi sebuah bak mangkok warna gold dan beberapa perlengkapan lainnya Rara terjun ke pinggiran sirkuit tersebut. Seluruh pakaian dan badanya basah kuyup demi menghalau derasnya butiran hujan yang turun terus menerus. Apa yang terjadi? Usai menjalani ritualnya tersebut sempat telapak tangannya dan empat jarinya diangkat. Tak lama kemudian hujan mulai menipis dan reda serta race day di mulai. Namun bagaimanakah figur Rara yang kabarnya ritual ini ia jalani sejak kecil? Berapakah bayaran untuk Rara selama 21 hari Mandalika?

Perempuan ini dipanggil dengan nama kesayangan Rara. Berdasarkan informasi yang dirangkum bahwa Rara sudah menjalani ritual ini sejak kecil. Papua adalah tanah kelahirannya, 22 Oktober 1983. Ia penganut kejawen yang berdarah Jawa dan tinggal di Bali. Ternyata ia sudah lama mempelajari ilmu menjadi ‘pawang hujan’, sejak dirinya masih kecil, 9 tahun.

Menjadi penolak hujan tidaklah mudah. Ia harus membaca dan menguasai mantra khusus. Terlihat saat ia beraksi mengusir hujan di arena MotoGP. Dan kabarnya, ketika ritual dirinya juga tidak boleh lapar. Bahkan ia tidak makan daging dan hewan berkaki empat

Pawang Hujan Acara RI 1

Ia diklaim menjadi pawang hujan yang sudah melalangbuana di acara acara besar Nasional. Di MotoGP Mandalika ini ia memang diminta secara khusus oleh pihak penyelenggara, yakni Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dan Dorna untuk memastikan tidak turun hujan selama acara berlangsung. Yang sibuknya semenjak ia menerima job sebagai pawang hujan Mandalika, telepon selulernya berdering sejam sekali untuk berkoordinasi. Dan bahkan bayarannya mencapai angka tiga digit, ratusan juta rupiah. Wow. Sebelumnya ia juga pernah jadi penolak hujan di acara vaksinasi massal saat ada RI 1.

(Laporan: Abdi KurniawanEvalube, dari Mandalika)