
Pengendara.com-Pada part 1 Hendro Kaligis, Business Development Head, Manager PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) sudah menuturkan secara detail mengenai dampak pandemi covid-19 terhadap Auto Value Suzuki. Dibagian ini ia menuturkan bagaimanakah perkembangan harganya? Mobkas Suzuki apakah yang laris? Yuk simak ungkapannya.
Hingga saat ini ia terus memantau perkembangan mobkas pada umumnya. Menurutnya, kabar yang ia dengar bahwa harga mobkas turun hingga 30%.
“Ini tidak terjadi di Auto Value. Tidak seekstrim itu. Karena Auto Value membantu menjual mobkas Suzuki, kalau kita naikkan banderolnya customer kesulitan. Kami 10 sampai 15 persen saja. bahkan kemarin kita masih berani pakai harga lama,” katanya.
“Sekarang ini penjualan Auto Value Suzuki menjual mobil kondisi chalenging, termasuk pedagang. Harga turun karena supply banyak, demand pedagang membeli mobil tidak ada. Auto value belinya 80 persen, secara jumlah, ketika bulan Maret puluhan unit, April kurang dari 15 unit,” kata Hendro Kaligis.
Ia menuturkan, Maret lalu pihaknya masih bisa dagang mobkas dan naik dibandingkan bulan sebelumnya Februari. Sementara untuk Januari penjualannya sangat baik.

“Mungkin banjir di awal Januari menyebabkan di Fabruari tidak ada penjualan. Sementara di Maret penjualan yang paling banyak di Jakarta dan Cirebon. Jadi secara pasti bila dilihat dari tanggal prospek sampai tanggal DO, hari ini nanya, seminggu SPK dua hari kemudian DO. kalau mobil bekas STNK ready unit ready waktunya pendek. Kalau Cirebon itu dari Februari sudah masuk ke sana. Secara periodikal puasa dan akhir bulan puasa puncaknya mobkas. Sementara April penurunan pembelian turun 70 persen. Penjualannya dari 50 menjadi 15 hingga 16 unit mobkas.
Mobil MPV
Bila melihat kondisi yang sekarang ini, penjualan yang laris itu mobil apa? Di Jakarta yang banyak yaitu MPV.
“Yang paling banyak stok MPV, lebih banyak karena kita membeli mobil MPV secara agresif dari Januari hingga Februari. Saat itu kami berharap bisa dipakai mudik pada Maret-Mei sehingga sekarang stoknya cukup banyak. Kalau penjualan normal MPV pasti akan berkurang,” ujarnya.
Sementara saat diberlakukan PSBB banyak yang beli city car. Efek sosial distancing, daripada pakai transportasi publik para konsumen memilih untuk membeli mobil city car, yang sangat efisien.
Namun Auto Value juga mempunyai data, bahwa Suzuki XL7 banyak digemari konsumen untuk tukar tambah mobilnya tersebut dengan mobil XL7.
“Sejak pertama keluar kami membuat program dengan Suzuki XL7, di Jakarta sampai ratusan unit adanya permintaan XL7 sebagai kendaraan baru yang sangat diminati.
(Lalu, apa keunggulannya jika membeli kendaraan di Auto Value? Bersambung part 3).


