Ekspor Perdana ISUZU TRAGA Untuk Indonesa Dan Dunia

    0
    Foto: Istimewa / Pengendara.com

    Pengendara.com, Kerawang — Presiden Republik Indonesia Ir. H Joko Widodo, meresmikan ekspor Perdana Isuzu Traga ke negara Philipina sebanyak 6000 unit  hingga akhir tahun 2020. Acara yang dilaksanakan di pabrik Isuzu di Kawasan Industri Suryacipta, kerawang timur pada (12/12) merupakan negara tujuan pertama dari 20 negara yang direncanakan di kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, Amerika latin serta beberapa Negara di Afrika.

    Acara peresmian yang dihadiri oleh Menteri Koordinator Perekonomian RI – Bapak Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian RI – Bapak Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perdagangan RI – Bapak Agus Suparmanto, Gubernur Jawa Barat – Bapak Ridwan Kamil, Senior Executive Officer Isuzu Motors Ltd Yoichi Masuda, serta Presiden Direktur PT. Astra International – Bapak Prijono Sugiarto.

    Pabrik yang merupakan pindahan dari pabrik sebelumnya di kawasan Pondok Ungu, Bekasi di tahun 2015  memiliki luas 30 hektar dengan kapasitas regular 52.000 unit per tahun dan dapat dioptimalkan hingga menjadi 80.000 unit per tahun karena merupakan salah satu langkah untuk mengantarkan Isuzu lebih dekat dengan visinya menjadi pemain dominan di segmen yang dilayani di Indonesia dan sebagai basis produksi kelas dunia di grup Isuzu.

    Oleh karena itu, selain memproduksi kendaraan niaga yang sesuai untuk pasar Indonesia, pabrik ini harus dapat menjadi basis produksi kendaraan yang akan diekspor ke berbagai negara.

    Presiden Republik Indonesia Ir. H Joko Widodo, meresmikan ekspor Perdana Isuzu Traga ke negara Philipina. Foto; Istimewa /Pengendara.com

    Isuzu Traga merupakan kendaraan pick up medium kebanggaan Isuzu Indonesia yang di perkenalkan tahun 2018 lalu dan dipercaya sebagai negara satu–satunya yang mengembangkan serta memproduksi kendaraan tersebut.

    Isuzu Traga yang  sudah mendapatkan Fasilitas KITE atau Kemudahan Impor Tujuan Ekspor dari Direktorat Jendral Bea dan Cukai melalui Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Barat guna memfasilitasi kegiatan impor bahan baku yang diolah, dirakit, dipasang pada barang dan hasil produksinya akan diekspor, diberikan Pembebasan Bea masuk dan PPn Impor tidak dipungut.

    Ekspor Isuzu Traga tidak hanya berdampak pada lingkaran internal Isuzu sendiri tetapi juga pada lingkaran eksternal bisnis Isuzu. Kegiatan ekspor tentunya membutuhkan penambahan supplier hingga  mencapai 119 perusahaan karena secara keseluruhan, ekspor akan memberikan tambahan penghasilan bagi para supplier hingga $ 9.000.000 per tahun serta penambahan omset untuk perusahaan logistik dapat mencapai $ 300.000 per tahun.

    “Ekspor ini selain bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi target produksi, juga sebagai bentuk upaya kami untuk terus meningkatkan kualitas produk Isuzu agar memenuhi standar kualitas kelas dunia dan pada akhirnya menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis produksi global kendaraan Isuzu di luar Jepang.” Ungkap Jap Ermando Demily, Presiden Direktur Isuzu Astra Motor Indonesia.

    Pada akhirnya Isuzu Indonesia berharap ekspor ini dapat menjadi tonggak baru sejarah Isuzu di Indonesia dan menjadi batu loncatan serta pembuka yang baik untuk persembahan persembahan lain dari Isuzu untuk Indonesia dan dunia.

    “Dalam setiap produknya, dan khususnya untuk ekspor Isuzu Traga ini, Isuzu Indonesia berjanji untuk terus berusaha memberikan kualitas, biaya serta penyampaian produk yang terbaik agar dapat menjadi basis produksi yang unggul di grup Isuzu dan dunia.” Tambah Ermando