PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan vokasi di Indonesia melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk Hino Indonesia Partnership School (HIPS).
Pengendara.com-Dalam inisiatif ini, Hino menyerahkan satu unit truk Hino 300 beserta sejumlah komponen kendaraan niaga sebagai sarana praktik pembelajaran bagi SMKN 5 Makassar, Sulawesi Selatan. Program ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan kejuruan sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, sesuai kebutuhan sektor otomotif dan transportasi nasional.
Acara serah terima dilakukan di SMKN 5 Makassar, yang berlokasi di Jalan Sunu No. 162, Kota Makassar, dengan kehadiran Presiden Direktur HMSI Shingo Sakai, didampingi Presiden Direktur Kumala Grup Erwin Tandiawan. Serah terima ini diterima langsung oleh Kepala SMKN 5 Makassar Amar Bachti, dengan disaksikan oleh para guru serta siswa sekolah tersebut. Shingo Sakai menegaskan bahwa kolaborasi antara dunia industri dan lembaga pendidikan sangat penting untuk mencetak lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja.
Melalui HIPS, Hino berupaya menciptakan hubungan berkelanjutan antara dunia usaha dan pendidikan dengan mengimplementasikan konsep link and match. Ia menyampaikan bahwa pendidikan memiliki peranan kunci dalam menghasilkan SDM yang terampil dan siap bekerja.
Oleh karena itu, melalui HIPS, Hino ingin memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan generasi muda Indonesia agar semakin kompetitif di tengah kebutuhan industri yang terus berkembang. Para siswa SMKN 5 Makassar akan mendapatkan kesempatan untuk mempelajari teknologi kendaraan niaga secara mendalam melalui unit truk dan komponen yang diberikan.
Pembelajaran meliputi berbagai sistem modern, seperti mesin diesel common rail, sistem pengereman udara, hingga kelistrikan kendaraan yang relevan dengan kebutuhan di sektor transportasi dan logistik saat ini.
Selain hibah fasilitas pembelajaran, HMSI juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan SMKN 5 Makassar untuk penyelenggaraan Kelas Industri Hino. Program ini direncanakan dimulai pada tahun ajaran 2026 dan akan melibatkan 20 siswa pada batch perdana.
Presiden Direktur Kumala Grup Erwin Tandiawan menilai bahwa HIPS adalah langkah strategis dalam memperkuat penyediaan tenaga kerja terampil bagi industri kendaraan niaga, terutama di wilayah timur Indonesia.
Ia menyebutkan bahwa dukungan terhadap program ini berperan penting dalam mendorong perkembangan bisnis Hino di kawasan tersebut. Sementara itu, Kepala SMKN 5 Makassar Amar Bachti menyampaikan apresiasinya atas dukungan dan kepercayaan Hino kepada sekolahnya.
Ia yakin kerja sama ini akan meningkatkan kualitas pendidikan vokasi dan memastikan lulusan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. Program HIPS tidak sebatas penyediaan fasilitas praktik, tetapi juga mencakup pelatihan teknis, pengembangan kurikulum berbasis industri, sertifikasi kompetensi, serta peningkatan keterampilan guru dan siswa.
Sebagai produsen kendaraan niaga terkemuka di Indonesia, Hino menyadari pentingnya SDM berkualitas untuk kelangsungan industri transportasi. Oleh karena itu, perusahaan terus memperkuat ekosistem pendidikan vokasi yang mampu menghasilkan tenaga kerja dengan kompetensi tinggi dan profesionalisme yang solid.
Training Division Head HMSI Pieter Andre menambahkan bahwa investasi dalam pengembangan talenta muda merupakan langkah jangka panjang yang akan memberikan dampak bagi kemajuan industri transportasi nasional.
Ia menyebutkan bahwa HMSI berkomitmen membangun ekosistem pendukung yang dapat mencetak SDM unggul, berintegritas, dan siap menjadi mitra terpercaya dalam industri transportasi. Dengan HIPS, Hino tidak hanya mendukung pengembangan pendidikan vokasi tetapi juga memperkuat sinergi antara pendidikan dan dunia usaha. Program ini diharapkan mampu mencetak lulusan SMK yang bersaing secara global, memiliki kompetensi tinggi, dan siap menghadapi berbagai tantangan dalam industri otomotif modern serta transportasi masa depan.
