Pengendara.com

Dibalik Kesuksesan Art N’ Speed ada Perempuan Tangguh, Simak Kisahnya

Siapa yang tidak mengenal bengkel Art N’ Speed, bengkel sepeda motor matic yang sudah mempunyai cabang di Depok, Bekasi dan Pamulang. Bengkel ini sudah familiar di kancah otomotif roda dua. Art N’ Speed sukses dengan program dan inovasinya yang sangat dinantikan oleh pemilik roda dua. Dibalik kesuksesannya tersebut, ternyata ada nama Srikandi yang berperan aktif. Simak laporan pengendara.com untuk Anda.

Pengendara.com-Di bengkel Art N’ Speed kehadiran perempuan tidak hanya sebagai pelengkap. Mereka justru menempati posisi strategis, mulai dari sisi Teknis hingga menjadi Relasi dengan para pelanggannya.

Ada beberapa nama Srikandi yang kini menjadi bagian dari Art N’ Speed (ANS). Yaitu, Nancy Maylitha Area Manager, Anita Maulina Fauzie Head Store, Zahrotul Jamila dan Suci Revana yang masing-masing menjabat sebagai Customer Relation Officer (CRO). Kehadiran para Kartini ANS ini sebagai ujung tombak dan wajah ANS yang makin kemari semakin menjadi bengkel matic favorit.

Para Kartini ini berbagi pengalaman menarik seputar dinamika bekerja di lingkungan yang didominasi oleh pria, termasuk tantangan dalam menghadapi berbagai karakter pelanggan. Bagi mereka, bekerja di bengkel bukan hanya soal servis motor, tapi juga bagaimana membangun kepercayaan dan kenyamanan pelanggan, terlepas dari gender.

Kiprah Perempuan di ANS

Dunia otomotif yang kerap dianggap sebagai wilayah dominasi laki-laki, kini semakin terbuka bagi perempuan untuk menunjukkan kompetensinya. Diantaranya adalah Nancy Maylitha, Area Manager ANS, yang telah membuktikan kemampuannya selama dua tahun terakhir mengelola jaringan bengkel ANS dengan penuh dedikasi dan inovasi.

Mengawali kariernya di ANS setelah menimba pengalaman di berbagai bidang, Nancy mengaku bahwa tantangan terbesarnya adalah menciptakan inovasi yang berkelanjutan demi memberikan layanan terbaik bagi pelanggan.

“Tantangannya adalah bagaimana kami terus bisa berinovasi untuk memenuhi kebutuhan dan ekspektasi pelanggan yang terus berkembang,” ujar Nancy.

Baginya, bekerja di ANS bukan sekadar rutinitas, tetapi juga proses pembelajaran. Ia menyebut suka duka dalam menghadapi berbagai karakteristik pelanggan sebagai pengalaman yang memperkaya wawasan dan empatinya.

“Sukanya bisa mengenal berbagai macam karakter pelanggan, dan dari situ kita belajar banyak hal. Dukanya, ketika ekspektasi pelanggan belum tercapai. Tapi kami selalu berusaha mengatasi hal itu dengan memberikan garansi 7 hari gratis sesuai layanan yang diambil,” jelasnya.

Hal yang paling berkesan selama berkarier di ANS, menurut Nancy, adalah suasana kerja yang solid dan penuh kekeluargaan.

“Saya dikelilingi rekan kerja yang kompak, mudah diajak diskusi, dan sama-sama punya semangat untuk memajukan ANS,” ungkapnya.

Sebagai manajer area, Nancy tak hanya fokus pada operasional semata. Ia juga terus mendorong terciptanya pengalaman positif bagi pelanggan, mengembangkan ide-ide kreatif, dan membaca tren pasar.

“Saya ingin ANS tidak hanya menjadi bengkel motor, tapi juga bagian dari gaya hidup dan kebutuhan masyarakat,” katanya.

Data internal ANS mencatat, jumlah pelanggan yang kembali (returning customers) mencapai 48,45%. Angka ini menjadi salah satu indikator keberhasilan pelayanan. “Kami tidak cepat puas. Angka itu justru jadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan,” tegas Nancy.

Dalam memimpin tim, Nancy mengedepankan komunikasi dan motivasi. Ia mengaku beruntung memiliki tim yang solid dan saling mendukung. Soal diskriminasi gender? Nancy menjawab tegas, “Tidak ada. Kami semua bekerja secara profesional, tanpa membedakan jenis kelamin.”

Di luar pekerjaannya yang padat, Nancy tetap menjaga keseimbangan hidup. Ia gemar membaca buku-buku filsafat dan menjadikan traveling sebagai hobi untuk memperluas wawasan.

“Dengan membaca dan bepergian, saya belajar memahami kehidupan dan karakter manusia lebih dalam. Itu sangat membantu dalam pekerjaan saya di ANS,” pungkasnya.

Cerita lain diberikan Anita Maulina, Head Store ANS. Ia bukan berasal dari latar belakang teknik atau otomotif.

“Saya masuk ke dunia yang benar-benar baru. Awalnya tidak tahu apa-apa soal motor, apalagi spare part. Tapi saya tertarik karena merasa tertantang. Dan alhamdulillah, lingkungan kerja di sini mendukung banget,” ujar Anita.

Sebagai Head Store, Anita menjalankan peran penting dalam mengawasi operasional bengkel harian. Ia bertugas memantau pekerjaan teknisi, menjaga ritme layanan pelanggan, serta memastikan kebutuhan sukucadang dan pengadaan barang berjalan lancar..

Hal serupa dirasakan oleh Suci Revana atau akrab disapa Cici, yang sudah setahun lebih menjadi bagian dari ANS sebagai CRO. Pengalamannya di perusahaan pelumas memberinya bekal pengetahuan soal oli dan peruntukannya, namun di ANS, ia justru memperluas wawasan hingga kesuku cadang motor dan kode-kodenya.

“Di sini saya belajar hal-hal teknis yang sebelumnya nggak saya pahami. Tapi yang paling berkesan, semua rekan kerja nggak pelit ilmu. Kita saling bantu dan mengajarkan,” ucapnya.

Suci menambahkan bahwa perhatian manajemen terhadap karyawan juga menjadi alasan dirinya betah bekerja di ANS.

“Buat saya, kerja di sini bukan cuma soal motor, tapi juga soal bagaimana perusahaan memperlakukan karyawannya. Lebih memanusiakan manusia,” tuturnya.

Sementara itu Zahrotul Jamila, salah satu Customer Relation Officer (CRO) ANS yang baru tiga bulan bergabung. Meski masih terhitung baru, Jamila mengaku cepat beradaptasi karena suasana kerja yang nyaman dan tidak diskriminatif.

“Saya cewek, dan awalnya nggak ngerti motor sama sekali. Tapi sebagai CRO, saya belajar banyak. Mulai dari memahami SOP layanan, menangani keluhan pelanggan, sampai menyampaikan kebutuhan pelanggan langsung ke mekanik,” jelasnya.

Jamila juga memanfaatkan keahliannya di bidang akuntansi dalam pekerjaan. Selain melayani pelanggan, ia turut bertanggungjawab atas proses stock opname, pengadaan barang (purchase order), hingga input data laporan mingguan. Ia bahkan aktif memantau pertanyaan pelanggan melalui media sosial sepertiTikTok.

ANS Buka Lowongan Pekerjaan untuk Perempuan

Keberadaan kaum wanita di ANS juga berperan dalam menjaga relasi dengan pelanggan, sebuah aspek penting dalam membangun loyalitas konsumen.

“Karena menurut kami, kesempatan bekerja dan berkembang di dunia otomotif, khususnya roda dua, bukan hanya milik para pria,” ujar Nancy Maylitha, Area Manager ANS.

Nancy menegaskan bahwa ANS memberikan ruang seluas-luasnya bagi perempuan yang ingin berkarier di dunia otomotif. Seiring dengan rencana pembukaan cabang baru dan ekspansi usaha, ANS terus membuka lowongan pekerjaan yang inklusif dan setara bagi perempuan.

“Kami percaya, dengan semangat dan kemampuan yang mereka miliki, perempuan bisa berkontribusi besar terhadap pertumbuhan bengkel dan kepuasan pelanggan,” tambahnya.

Kebijakan inklusif ini menjadi cerminan komitmen ANS dalam menciptakan ruangkerja yang adil, setara, dan penuh peluang bagi setiap individu tanpa memandang gender. Perempuan tidak hanya hadir, tetapi juga memberi warna dan kekuatan baru bagi dunia bengkel yang terus berkembang.

Exit mobile version