Mitsubishi XForce Ultimate with Diamond Sense sangat nyaman untuk passenger. Saatnya saya, pengendara.com mencoba fitur unggulan berteknologi Diamond Sense (DS).
Pengendara.com-Mitsubishi XForce Ultimate with DS mempunyai penampilan yang kokoh dan sangat eksklusif. Kabarnya, XForce Ultimate with DS mempunyai keunggulan tersendiri yang ada pada teknologi DS tersebut. Yuk buktikan.
DS merupakan penamaan untuk kategori fitur bantuan keselamatan terintegrasi mutakhir untuk pengemudi yang terdapat pada model Mitsubishi Motors. Secara umum kategori DS dilakukan berdasarkan elemen-elemen seperti awareness, protection, dan driving support.
Adapun fitur keselamatan yang tersemat pada suatu model yang menggunakan perangkat Mono Camera, Sensor Radar di depan dan belakang, dan Ultrasonic Parking Sensor, radar. DS mempersembahkan fitur Adaptive Cruise Control with low speed follow (ACC), Blind Spot Warning (BSW), Forward Collision Mitigation (FCM), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Leading Car Departure Notification (LCDN) dan Auto High Beam (AHB).
“Sebenarnya ada puluhan fitur di teknologi DS tersebut. Tetapi untuk mobil Mitsubishi XForce di Indonesia ini hanya menampilkan beberapa fitur. Tentunya beberapa fitur itu merupakan fitur pilihan dari Mitsubishi Motors yang disesuaikan dengan kondisi keadaan medan di Tanah Air. Sisanya fitur DS tidak dipakai di Indonesia. Jadi buat apa kami sematkan jika tidak dipergunakan dengan baik di sini. Kami yakin fitur teknologi DS itu sangat membantu dan dibutuhkan oleh pengendara di sini,” kata Asushi Kurita, Presdir PT MMKSI saat konferensi pers, Selasa (14/1/25).
Saatnya untuk menjajal fitur DS tersebut. Pengujian teknologi DS ini dimasukan di kompetisi XForce Media City Adventure. Fitur unggulan yang di test di Sentul adalah Rear Cross Traffic Alert (RCTA) dan pendeteksian kemiringan saat memutar.
Pengendara.com mengendarai Mitsubishi XForce berwarna putih, mobil nomor tujuh. Sebelum masuk ke arena turn (memutar) di layar entertain XForce terlihat angka kemiringan putaran tersebut. Dimulai dengan setir kemudi lurus, diposisi angka 0, pengendara.com melajukan kendaraannya perlahan dengan syarat keempat roda XForce Ultimate with DS dilarang menyentuh beberapa cone yang telah dipasangkan diputaran tersebut. Saat memutar layar entertain tersebut menunjukan angka 521 dan berakhir. Usai maju dengan memutar, kini saatnya harus mundur dengan syarat yang sama, roda dilarang injak cone.
Kepercayaan teknologi DS terbukti saat mundur. Padahal roda depannya sudah diluruskan di angka 0. Sebelum mundur setir kemudi diputar hingga angka 521 agar melaju mundur perlahan tanpa menginjak beberapa cone yang telah dipasangkan itu. Ketika mundur layar kamera melihatkan beberapa cone yang telah dipasangkan tersebut. Mobil nomor tujuh berhasil melewati tantangan ini.
Pengujian selanjutnya yaitu RCTA. Seluruh kaca mobil ditutup dengan kain sehingga tidak terlihat beberapa kendaraan yang ada di belakang mobil nomor tujuh. Di sinilah pengendara.com membuktikan kecanggihan dan keakuratan yang benar-benar tepat dengan sensor berteknologi DS. Empat media yang berada di mobil tujuh harus menebak beberapa mobil yang melintas dibelakang kendaraan kami. Terdengar suara ‘bip bip bip’ hingga empat kali. Yang menandakan ada empat kendaraan yang melewati di belakang mobil kami. Dengan kepercayaan penuh pada teknologi DS ini mobil tujuh berhasil meraih juara di driving skill.
Pengendara.com menyimpulkan bahwa teknologi yang disematkan di Mitsubishi XForce Ultimate with DS sangat luar biasa dapat diandalkan oleh pengemudi.
Usai di Sentul, saatnya menuju destinasi berikutnya. Dalam perjalanan ke city tour ini, pengemudi akan dinilai dalam mengendarai kendaraannya, baik atau buruk. Mitsubishi XForce Ultimate with DS akan menampilkan score dari angka 0 hingga 100 yang terlihat di layar.

“Mitsubishi XForce akan mengeluarkan score pengemudi. Score ini didapatkan dari cara pengemudi mengendarai kendaraanya. Yang dinilai adalah steering angle, throttle response dan pengereman. Tipsnya super simpel, less angle more speed. Jadi setiring sesedikit mungkin akan membawa kecepatan. Kalau kita nyetir lebih sedikit kita harus positioning mobil sebaik mungkin di tikungan karena less angle itu akan memberikan kenyamanan buat penumpang di dalam,” kata Rifat Sungkar, Brand Ambassador Mitsubishi Indonesia, ditengah tengah acara.
Ia menuturkan, karena banyak pengemudi tidak pernah sadar pas mainin gas. Sebenarnya kunci utama dari semuanya adalah reduction.
“Karena mobil itu pasti bisa disetir, tapi ada throttle control, dari situ kita harus tahu kapan angkat gas, kapan menekan pedal gas,” lanjutnya.
Dengan mengikuti tips dari sang Pereli Indonesia ini, lagi lagi mobil nomor tujuh berhasil meraih jawara di driving score yang mengalahkan peserta lainnya. Terbukti bahwa Mitsubishi XForce sempurna teknologinya.
Lalu, bagaimanakah dengan fitur ACC dan FCM lainnya? (Bersambung bagian 4)



