Dengan hadirnya DFSK Gelora E banyak yang kepincut dengan kendaraan listrik keluaran PT Sokonindo Automobile. Buktinya saja DFSK Gelora E makin melonjak perkembangannya.
Pengendara.com-Mobil niaga ringan dan minibus ini Made in China sangat laris. Apalagi tidak memakai bahan bakar. Tenaga yang dihasilkan DFSK Gelora E adalah listrik. Tak heran mulai kemunculannya beberapa tahun silam di Indonesia banyak yang melirik ke mobil ini. Dari sejak itu hingga sekarang DFSK Gelora E mendapatkan ungkapan dan apresiasi yang positif. DFSK Gelora E bahkan sampai menarik perhatian sejumlah pihak untuk bisa merasakan secara langsung sensasi berkendara dan manfaatnya untuk mengakselerasi pertumbuhan usahanya secara berkelanjutan.
Buktinya saja, DFSK Gelora E mendukung langkah DAMRI menuju elektrifikasi transportasi darat dengan menggunakan armada kendaraan listrik. Secara resmi DFSK bekerjasama dengan DAMRI di sektor elektrifikasi armada.
Lagi-lagi DFSK menunjukan komitmennya membantu pemerintah. Pemerintah sudah menetapkan sejumlah Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) untuk dikembangkan lebih masif dengan memperhatikan keberlanjutan lingkungan yang lebih hijau demi keberlangsungan ekosistemnya. Program yang diunggulkan oleh Pemerintah ini juga sejalan dengan nilai-nilai yang diusung oleh DFSK dengan menghadirkan solusi mobilitas yang ramah lingkungan dan efisien agar dapat mengakselerasi berbagai usaha yang ada di masyarakat.
Tak lama dari penetapan KSPN, pemerintah mendukung kenaikan BBM. Namun DFSK Gelora E yang merupakan mobil listrik tidak berpengaruh dengan keputusan pemerintah tersebut. DFSK adalah mobil niaga ringan.
Kendaraan listrik membebaskan para penggunanya dari penggunaan BBM dan memberikan langkah kontribusi dalam menjaga alam sekitar dari emisi gas buang yang dihasilkan kendaraan bermotor. Selain itu, kendaraan listrik juga sangat cocok digunakan sebagai kendaraan operasional karena menawarkan efisiensi sangat tinggi yang bisa mengurangi biaya operasional melalui penggunaan energi yang lebih sedikit serta perawatan yang minim.
DFSK ikut serta di dalam acara ‘Turing Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai’ dari Jakarta menuju Bali yang diinisiasi oleh Kementerian Perhubungan selama 7 hingga 11, 2022.
Keikutsertaan DFSK dalam perjalanan kali ini karena kesamaan visi dan misi Kementerian Perhubungan dalam mensosialisasikan kendaraan listrik lebih luas lagi kepada masyarakat. Begitu pula DFSK yang dalam beberapa tahun ke belakang ini terus memperkenalkan berbagai teknologi kendaraan listrik, dan menjadi merek otomotif pertama di Indonesia yang memasarkan DFSK Gelora E di segmen kendaraan niaga ringan dengan teknologi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle).
Saking DFSK bergelora, mobil minibus ini dibeli oleh Pemerintah Daerah Kalimantan Timur (PKT). PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) menaruh kepercayaan dengan ‘memborong’ lima unit DFSK Gelora E model minibus sebagai bagian kendaraan operasional perusahaan mereka. Penandatanganan pembelian ini langsung dilakukan di booth DFSK IIMS 2023, Kamis (16/2/23).
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT PKT karena sudah mempercayakan DFSK Gelora E sebagai bagian dari operasional perusahaan. Kepercayaan Pupuk Kaltim ini menjadi tonggak penting bagi DFSK Gelora E dalam menyediakan solusi mobilitas yang ramah lingkungan untuk menuju net zero emission,” ungkap Marketing Head PT Sokonindo Automobile, Achmad Rofiqi.
Pupuk Kaltim sebelumnya juga sudah menjadikan penggunaan kendaraan listrik sebagai opsi utama kendaraan operasional di lingkungan perusahaan dan pabrik. Sehingga kehadiran mobil listrik DFSK Gelora E menjadi salah satu inovasi yang baik dalam mendukung komitmen Pupuk Kaltim untuk penerapan prinsip Environment, Social and Governance (ESG).
Direktur Utama PKT, Rahmad Pribadi mengatakan, dalam roadmap keberlanjutan perusahaan, Pupuk Kaltim terus menggagas inovasi dan kolaborasi untuk menerapkan prinsip ESG.
“Berdasarkan hasil R&D DFSK, kami memutuskan untuk memproduksi DFSK Gelora E, baik blindvan maupun minibus di Indonesia. Hal ini tentu akan memberikan dampak positif, khususnya dari segi harga, karena sudah diproduksi secara lokal dan membuat harga jualnya ke konsumen menjadi semakin terjangkau,” ungkap CEO PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus, di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2023.
Ingat, sekarang ini produksi DFSK Gelora E dilakukan di pabrik Cikande, Serang, Banten yang sudah mengadopsi berbagai teknologi produksi terkini dan modern sehingga memenuhi status sebagai industri 4.0. Secara keseluruhan pabrik DFSK mampu memproduksi 50 ribu unit per tahun berkat dukungan teknologi robotik dan sumber daya manusia (SDM) terlatih. Teknologi robotik yang diusung pabrik DFSK sudah mencapai 90 persen untuk proses produksi.
