Pengendara.com

Busi Mobil yang Rusak hanya Satu tetapi Kenapa harus Ganti Semuanya?

Suzuki Jimny, mobil legendaris ini mengusung mesin K15B dengan kapasitas 1.462cc yang mampu menghasilkan tenaga sebesar 102 Ps pada 6.000 rpm dan torsi 130 Nm pada 4.000 rpm. Foto Dok Suzuki/Pengendara.com

Saat pemilik mobil service di bengkelnya di saat itulah mekanik menyatakan satu busi rusak. Pemilik mobil menjawab, ganti saja satu busi yang rusaknya. Benarkah hanya satu busi yang harus diganti? Bagaimana dengan siklus silinder lainnya?

Pengendara.com-Kejadian di atas adalah satu contoh dari beberapa pemilik mobil yang melakukan service rutin kendaraannya di bengkel. Seringkali satu busi yang rusak, hanya satu busi itu saja yang diganti. Anehnya, si mekanik itu juga mengiyakannya.

Menurut pakar busi NGK, Diko Oktaviano, Technical Support PT NGK Busi Indonesia sebaiknya ke empat busi yang ada di masing-masing silinder harus diganti. Kenapa?

“Penyebab mobil rusak diantaranya koil yang trouble. Sebenarnya koil itu bisa di deteksi kerusakannya, dapat dilihat dari businya. Businya rusak karena kelamaan tidak diganti. Busi itu rusak akibat adanya kebocoran dan akhirnya menyambar ke koil. Ketika koil ini sudah menjadi masalah, barulah si pemilik mobil merasakan biaya service yang sangat besar. Padahal ini dapat dicegah. Kebiasaan dari kita saat mendapatkan permasalahan busi yang satu yang rusak, hanya busi itulah yang diganti. Sementara busi lainnya yang ada di bagian mesin ini tidak diganti,” katanya.

Pria yang berkali-kali study banding ke Jepang perihal spark plug ini menuturkan, karena tidak pernah mengetahui keausan busi yang berada di empat silinder tersebut. Apakah sudah mencapai 40 persen, 60, bahkan 70 persen ataukah lebih.

“Jika sudah terjadi hal itu maka tidak seimbang antara silinder yang satu dengan silinder lainnya. Satu silinder bagus dan kita tidak pernah mengetahui apakah busi yang ada di silinder lainnya masih tetap bagus atau tidak. Siklus ketidakseimbangan itulah yang terjadi. Tidak seimbang antara silinder satu dengan silinder lainnya,” ucapnya.

Sebagai dokternya busi NGK Indonesia, ia menyarankan bila mengganti busi harus semuanya, tidak boleh satu busi saja. Karena untuk mencegah siklus yang tidak seimbang di mesin mobil tersebut.

Sebagai Technical Support NGK, semua itu diserahkan kembali ke pemilik kendaraan. Mengganti sekaligus businya memerlukan biaya yang lebih. Tetapi siklus mesinnya stabil.

Exit mobile version