BMW Astra bersama dengan BAFilms merilis sebuah karya film yang berjudul Singkong Keju yang diputar perdana secara hybrid di bioskop Flix Mall of Indonesia (MOI) Kelapa Gading dan secara daring pada Senin (14/2).
Pengendara.com-Singkong Keju merupakan film yang disutradarai serta ditulis oleh Billy Aldo ini dikerjakan setelah mendapat respon positif dari berbagai pihak termasuk para pelanggan, fans BMW, penikmat film serta rekan-rekan jurnalis setelah merilis film pendek pertama yang berjudul Elipsis.
“Pertengahan tahun lalu BMW Astra merilis film pendek dengan judul Elipsis, dan kami mendapat respon sangat positif dari berbagai pihak termasuk dari para pelanggan, fans BMW, penikmat film, dan rekan-rekan jurnalis. Sementara di tahun 2022 ini bertepatan dengan hari kasih sayang, BMW Astra meluncurkan karya film dalam bentuk serial yang berisi enam episode bertema drama romantis.” jelas Martha Andhyka, Marketing Head BMW Astra saat Peluncuran film Singkong Keju yang bertempat di bioskop Flix MOI Kelapa Gading.
BMW menyadari bahwa semakin banyak pelanggan dan fans BMW di kalangan anak muda, oleh karena itu BMW ingin memberikan hiburan yang berkesan kepada mereka.
Harapannya karya ini bisa menjadi surat cinta yang hangat dan jujur bagi para anak muda yang telah menjadi fans dan pelanggan BMW di Indonesia dan menjadi kisah yang berkesan di hati para penonton.
“Di tengah pandemi yang belum usai, kami harap karya ini juga dapat menghibur dan menemani para fans BMW di rumah. Kami berharap melalui film ini, menjadi penyemangat BMW Astra untuk selalu bersama pelanggan melalui beli, servis, dan jual, dapat pula hadir di waktu santai Anda.” tambah Martha.
Singkong Keju diproduksi oleh BAFilm menceritakan tentang kisah cinta anak Jakarta. Ambisi dan rekreasi, pokok dan tersier yang saling jatuh hati di kota ini.
Film yang dapat ditonton melalui kanal Youtube BMW Astra atau melalui tautan https://bit.ly/singkongkeju-bmwastra dalam banyak kesempatan, kisah kasih anak muda harus memilih mempersatukan masa depan atau memilih jalan bercabang.
“Kami berharap penonton dapat menyambutnya dengan positif agar kami semakin bersemangat untuk menghadirkan inovasi dan karya yang lebih baik lagi,” tutup Martha yang mewujudkan ide film mininya ini berdurasi 55 menit
