Pengendara.com

Empat Faktor Penyebab Penundaan Penerapan Euro 4 Di Indonesia

Pengendara.com, Jakarta — Penerapan Euro 4 sebagai inovasi dan standarisasi yang di tetapkan pemerintah tertuang dalam surat yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan No S 786/MENLHK-PPKL/SET/PKL.3/5/2020 tertanggal 20 Mei 2020 sangat baik sekali di terapkan di Indonesia guna memiliki peluang di Pasar Global.
Namun penerapan standar emisi Euro 4 pada kendaraan mesin diesel yang awalnya akan diberlakukan pada April 2021 terpaksa mundur dan akan diberlakukan setahun kemudian yakni tahun 2022.
Menurut Sony Sulaksono Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian di Acara Talkshow yang diadakan Isuzu bersama Kementerian Perindustrian RI dikatakan, Ada empat faktor yang memengaruhi penundaan standar emisi Euro 4 untuk kendaraan diesel, pertama adalah impor komponen dan suku cadang kendaraan Euro 4 dari negara-negara calon pemasok yang saat ini belum pulih dari dampak pandemi Covid-19.
Kedua antrian pengujian emisi Euro 4 karena fasilitas pengujian yang terbatas untuk pengujian kendaraan diesel lebih kurang 3,5 ton. Sementara pengujian kendaraan diesel di atas 3,5 ton dilakukan di luar negeri, seperti di Jepang dan Jerman.
Ketiga adalah pemenuhan kebutuhan tenaga ahli untuk pengembangan teknologi Euro 4 baik dari sisi produksi maupun uji coba mengalami kendala karena pandemi Covid-19. Sedangkan Keempat, tambahan teknologi standar baku mutu emisi Euro 4 berdampak terhadap harga kendaraan sehingga dikhawatirkan tidak terserap oleh pasar yang daya belinya sedang menurun.
PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) sebagai pelaku industri dalam menanggapi kebijakan yang ditetapkan pemerintah mengenai penerapan Euro 4 sudah sangat siap yang di breakdown dalam 3 kategori, yaitu produk, layanan aftersales yaitu service dan spareparts, dan fasilitas pendukung seperti karoseri dan leasing partner.
“Sebagai pelaku industri tentunya PT IAMI menyatakan siap untuk menerapkan kebijakan Euro 4 yang di breakdown dalam 3 kategori, yaitu produk, layanan aftersales dan fasilitas pendukung. Perubahan landscape bisnis dengan penerapan EURO4 akan berpengaruh besar pada industry secara keseluruhan, jelas Tonton Eko, General Manager Product Development PT IAMI di acara Talkshow yang diadakan secara virtual pada Rabu (28/4).


Dari sisi produk, Isuzu telah lebih dulu membawa teknologi commonrail di Indonesia yakni sejak tahun 2011 pada truk Isuzu Giga, dan pada tahun 2018 pada Isuzu truk Elf NMR81, dimana teknologi Commonrail adalah teknologi yang nantinya akan digunakan pada saat implemantasi kebijakan EURO4 pada April 2022.
Untuk layanan aftersales, Isuzu yang lebih dulu mencuri start dengan menggunakan teknologi commonrail sejak tahun 2011 dengan membuat tenaga dan sumber daya mekanik lebih siap serta ketersediaan spareparts. Saat ini Isuzu telah memiliki 139 unit Bengkel Isuzu Berjalan (BIB), 2.403 partshop, dan 45 Bengkel Mitra Isuzu (BMI). Sementara untuk fasilitas pendukung seperti karoseri dan leasing partner, Isuzu memiliki Kerjasama baik dengan karoseri partner.
Kami akan membantu dari sisi APM agar proses transformasi dari Euro 2 ke Euro 4 lebih lancar. Mengingat Karoseri juga harus melakukan investasi terkait dengan SKRB. Serta untuk leasing partner, kami memiliki 6 pilihan official leasing partner yang sudah bekerjasama dengan Isuzu seperti Astra Credit Companies atau ACC, Adira Finance, Asia Finance, Mitsui Finance, Mandiri Tunas Finance (MTF), serta SANF Finance dari Astra Financial, sehingga customer tidak perlu khawatir Tamba Tonton.

Exit mobile version