Pengendara.com, Jakarta — Bagi pemilik kendaraan seharusnya memahami bahwa overheat pada mesin bukanlah masalah sepele, karena hal ini dapat mengakibatkan mesin mobil menjadi cepat panas dan mobil dapat berhenti secara tiba-tiba di tengah kecepatan tinggi dan pastinya dapat menimbulkan hal yang tidak diinginkan terjadi. Lalu apa yang menyebabkan mesin mobil cepat panas atau overheat.
Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kinerja radiator tidak maksimal seperti adanya endapan kerak atau karat, kebocoran serta penggunaan air yang dapat menimbulkan masalah pada sistem pendinginan. Sebab Radiator merupakan komponen penting pada mobil yang berfungsi sebagai pendingin mesin, jika mesin mobil yang cepat panas atau overheat dapat berakibat buruk pada mesin.
Untuk itu apa yang harus kita lakukan agar radiator tetap terawat dan terjaga terjawab dalam acara Buka Bukaan Bareng yang diadakan secara virtual oleh PT Welty Indah Perkasa produsen aftermarket otomotif pada Jumat (5/6) dengan nara sumber Arief Hidayat, CEO Wealthy Group.
Dalam pembahasanya, agar radiator tetap terjaga dengan baik lakukan pengurasan air radiator setiap 20.000 km, kemudian ganti dengan menggunakan radiator coolant serta pastikan tangki cadangan radiator telah terisi penuh.
Lalu bagaimana memilih radiator coolant yang tepat, karena tidak semua produk air radiator coolant yang beredar di pasaran memiliki kualitas bagus, apalagi mengingat fungsi radiator coolant adalah untuk mencegah overheating (mendidih) dan mengandung anti-freeze (antibeku). Artinya mengisi radiator dengan coolant bertujuan agar suhu mesin mobil stabil dan berfungsi lebih baik.
Dalam acara tersebut PT Wealthy juga memperkenalkan produk terbarunya yakni Wealthy Coolant yang menggunakan bahan dasar air demineralisasi yang sudah dihilangkan kandungan mineral dan logam yang berbahaya bagi radiator.
Fungsi utamanya untuk mengurangi panas dan tekanan engine untuk mengalirkan cairan pendingin yang dapat menormalisasi mesin kendaraan dengan radiator treatment performa tinggi, menghentikan gejala korosi dan pembentukan sedimentasi di dalam radiator dan block mesin serta memberikan lubrikasi pada segel pompa.
Produk ini sangat cocok untuk semua jenis kendaraan bermesin bensin dan diesel pabrikan Jepang, Korea, Eropa dan Amerika serta cocok dengan dengan radiator berbahan alumunium.
“Kinerja radiator coolant tidak bekerja sendiri dalam sistem pendinginan, pertama harus dilihat dulu kondisi radiator, jadi tidak ada istilah coolant itu tidak cocok buat mobil baru atau mobil tua. Coolant itu buat mobil yang radiatornya terawat atau tidak terawat.” tutup Arief.
