Pengendara.com, Jakarta — Penjualan mobil di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan saat terjadi Pandemi Covid 19 yang mewabah secara global, sehingga di saat seperti ini Daihatsu mendapat tantangan yang tidak mudah untuk tetap mempertahankan market share sebesar 17 persen. Hal ini terungkap dalam acara konferensi pers secara virtual bertema Market Update Daihatsu pada Jumat (19/6).
Meskipun terdapat penurunan secara volume pada pasar otomotif Nasional namun secara market share atau pangsa pasar selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) penjualan Daihatsu mencatat kenaikan. Hal ini tercatat dari total penjualan sejak Januari – April 2020 retail sales Daihatsu yang mencapai 44 346 unit, dengan kenaikan pangsa pasar menjadi 18 2 dari volume retail sales nasional 243 634 unit.
Artinya sampai dengan Mei 2020 pasar otomotif terus mengalami penurunan daya beli dan Daihatsu sebagai salah satu pemain utama otomotif Indonesia juga mengalami penurunan volume penjualan pasar otomotif nasional selama Januari – Mei 2020 yang mencapai 260 ribu unit atau turun 40% dari tahun lalu sementara penjualan retail Daihatsu menjadi 48 019 unit atau turun 39 dari tahun lalu.
“PT Astra Daihatsu Motor tetap pertahankan market share atau pangsa pasar sebesar 17 persen di masa pandemi ini, Target Daihatsu sampai akhir tahun seperti biasa kami melihatnya dari market share bukan amount, ” jelas Hendrayadi Lastiyoso Marketing Customer Relation Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation.

Untuk whole sales Daihatsu mengikuti arahan pemerintah dengan membatasi operasionalnya sehingga produksi atau pencapaian whole sales di bulan Mei 2020 adalah 0 unit, sementara pencapaian pasar mobil secara whole sales selama periode Januari Mei 2020 sebesar 248 ribu unit atau turun 41%.
Sementara pencapaian whole sales Daihatsu periode Januari Mei 2020 sebesar 49.443 unit turun 39% lebih baik dari penurunan pasar sehingga market share Daihatsu secara whole sales mengalami kenaikan dari 19,2 di tahun 2019 menjadi 19,9 di tahun 2020.
Lalu bagaimana caranya untuk mencapai target tersebut memang agak sulit mengingat situasi sekarang hampir 75 lebih adalah kredit, dan yang akan dikeluarkan adalah paket paket yang reasonable antara pembeli dan leasing namun tetap akan diberikan insentif berupa promo promo seperti di Pebruari lalu berupa penawaran yang sangat menarik.
“Kita semua hanya bisa berharap penjualan dapat berangsur pulih dan daya beli kembali membaik” Tambah Hendrayadi.



