Nissan LEAF Mampu Atasi Polusi Udara

    0
    Foto; istimewa/Pengendara.com

    Pengendara.com, Bangkok — Nissan LEAF merupakan kendaraan listrik yang mampu melawan peningkatan polusi udara sebab kendaraan ini mampu menghindari emisi lebih dari dua juta metrik ton CO2 sejak tahun 2010, hal ini membuktikan bahwa kendaraan ini menjadi alternatif berkelanjutan dalam mengatasi polusi udara.

    Nissan yang memproduksi kendaraan listrik berupaya untuk terus melawan peningkatan polusi udara setelah melihat jelas peluncuran world’s largest real-time air quality data bank pada bulan Februari 2020 di bawah Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) yang menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Asia dan Oseania masih berada dalam tingkat kualitas udara yang ‘tidak sehat’.

    Sejalan dengan komitmennya untuk mengurangi emisi CO2, Nissan LEAF yang di produksi massal pertama di dunia telah mengumpulkan analisis dampak dari kendaraan listrik di seluruh dunia sejak debutnya pada tahun 2010.

    Nissan LEAF merupakan mobil listrik yang dapat menjadi bagian dari solusi untuk mengatasi tingkat polusi udara, sebab hanya dengan satu kendaraan listrik (EV) mampu mengurangi 4,6 metrik ton gas rumah kaca setiap tahun atau setara dengan menanam 209 pohon.

    Hingga  saat ini 460.000 lebih pemilik Nissan LEAF secara global telah berkontribusi dengan  menghindari emisi CO2 sekitar 2,1 juta metrik ton, sedang untuk memproses CO2 dalam satu tahun diperlukan lebih dari 81 juta pohon.

    Pemilik LEAF menempuh lebih dari 13 miliar kilometer dengan bebas emisi setara dengan jarak mengemudi ke bulan sebanyak lebih dari 33.800 kali hingga tahun 2030 dibutuhkan pengurangan 55% emisi CO2 untuk menghentikan pemanasan global.

    Semoga tahun 2020 akan menjadi tahun perubahan bagi para pelanggan dalam menentukan pilihan, seperti beralih ke EV, untuk memberikan dampak langsung pada permasalahan polusi udara.