Pengendara.com

Kisah Si Cantik Fisichella KW, Sang Juara HDC 2019 (Bagian 1)

Pengendara.com–Siapa yang menduga bahwa wanita hijab yang satu ini menjadi pebalap Honda yang terjun di kelas Honda Matic Standar sampai dengan 130cc, kelas Wanita di ajang Honda Dream Cup 2019. Dalam seri Grand Final HDC, Fisichella KW menang juara satu di kelasnya.

Saat balap di Honda Dream Cup tersebut, Minggu (24/11), ia tidak pernah menyerah dengan kondisi cuaca, panas bahkan hujan terus dilabasnya demi meraih posisi pertama. Fisiknya yang kuat itu berhasil mengalahkan teman teman balapnya.

“Saya sangat senang dengan hasilnya. Alhamdulillah saya meraih juara satu di kelas wanita Honda Matic standar. Kemenangan ini berkat latihan saya yang tidak hentinya saat menjelang kompetisi HDC 2019,” kata Fisichella KW yang suka balap motor sejak usia 14 tahun.

Fisichella yang merupakan anak pertama dari empat bersaudara (perempuan semua) ini, hobi balapnya didukung oleh Sang ayah, yang juga seorang pebalap. Ia sangat ingat dengan pesan ayahnya, menjadi pebalap itu harus giat berlatih. Kuat fisik. Ia akan meneruskan hobi ayahnya ini, balap motor.

“Menurut saya yang terpenting saat balap adalah konsentrasi di lintasan balap. Kedua tangan adalah menjadi kekuatan penuh dalam mengendarai motor balap,. Awalnya guru saya adalah papa,” katanya usai balapan HDC 2019.

Pebalap hasil binaan Dewasena CLD Racingline, Karawang, Jawa Barat ini, sebelumnya sudah menang di Kejurnas 2018 lalu. Ia meraih podium satu.

Fisichella KW, pebalap Honda Matic HDC 2019.Foto Abdi/Pengendara.com

Latihan Mental
Awal ia balap di Sulawesi. Saat itu ia terdaftar di kelas matic open (gabungan pebalap pria dan wanita). Menurutnya, ia tidak canggung untuk terjun dibalapan itu. Ia jalani sebagai latihan mental. Ia mengakui saat itu, pertandingannya sangat keras. Namun usai ia mendapati kabar bahwa di Jawa ini ada kelas wanita, ia cepat-cepat mendaftar.

“Saya baru tiga tahun di Jawa Barat ini. Awal saya ikut balap di Jawa, saya ikut dua kelas, open matic dan matic standar untuk kelas wanita,” kata Fisichella yang kuliah jurusan Bahasa Inggris di Universitas Mulia Kudus.

Cuti Kuliah Demi Prestasi Balap
Demi karir balapnya, ia kini ambil cuti kuliah. Menurutnya, dunia balap ada batas usianya Namun kuliah tidak ada batas umur. Berkarirlah di dunia balap. Gapai cita cita setinggi tingginya.

“Papa bilang ambil cuti kuliah. Konsentrasi di balap. Kenapa? Kuliah tidak ada batas umurnya. Berbeda dengan balap, yang ada batas usianya,” katanya yang teringat pesan orangtuanya. (Part 1)

Nantikan kisah Fisichella di pengendara.com, besok pukul 16.00.

Exit mobile version