Pengendara.com—Jiwa petarung internalized dalam jiwa Made, mahasiswa swasta asli Bali. Saking menyatunya, dia ingin berbagi rasa dengan tunggangan hariannya, Suzuki Thunder 125.
Mesin Thunder yang lama menepi di sudut apartemen yang nyaris tak bernyawa itu dibawanya ke Diwa Creative Studio di bilangan Cimanggis Depok, Jawa Barat.
Mereka saling diskusi. Gambar demi gambar di share akhirnya terpilih varian brat cafe. Sasis bagian belakang diratakan dengan penambahan pipa silinder. bix aki dibuat dari plat 1,1 mm dipermanis dengan tangki original CB 100.
Engine yang mati dilengkapi kelistrikan. Pemilihan warna gun metal memperkuat karakter si petarung kecil ini. Apalagi disandingkan dengan jok kulit cokelat tua mempertebal aura vintage motor ini.
“Pembuatan memakan waktu 1,5 bulan. Mesin Suzuki Thunder 125
dilengkapi dengan ban swallow 112/18 400, namun dengan mempergunakan velg original Thunder. Sementara di bagian lampu menggunakan lampu Jeep offroad, stop lamp BSA. Knalpot custom. Begitu juga dengan joknya,” ungkap pemilik Diwa Creative Studio, Bro Wahyu.
