Bro Agus Sani Head of SRP Wahana sedang memberikan teori safety riding low speed balance di Wahana Jatake. Foto Abdi/Pengendara.com
PT Denka Pratama

Pengendara.com—Sebagai maindealer sepeda motor Honda, Jakarta Tangerang, PT WMS tak henti-hentinya terus memberikan sosialisasi mengenai safety riding, yang tak lain bertujuan untuk meminimalis tingkat kecelakaan yang terjadi di dunia sepeda motor.

Seperti diketahui berdasarkan data yang diperoleh dari Satlantas Polda Metro Jaya bahwa angka tertinggi kecelakaan di Indonesia terjadi pada pengendara sepeda motor. Data tersebut mencatat setiap jam ada tiga orang yang meninggal dunia akibat musibah di jalan raya yang menimpa penunggang motor.

Wahana sangat fokus dan berkonsentrasi mengenai penerapan sistim Safety Riiding. Untuk sekarang ini Wahana ‘menelurkan’ Safety Riding Low Speed Balance, sebuah praktikum yang terbaru diajarkan oleh master safety riding di Jepang.

Lalu, bagaimanakah penerapan safety riding low speed balance ini? Praktik low speed balance merupakan praktek yang mengutamakan keseimbangan dan kelincahan menjaga keseimbangan badan saat berkendara dengan lekukan jalan sempit dan tajam.

“Praktek ini mengandung beberapa keseimbangan seperti line with (kepala sejajar dengan badan saat menikung), line in (posisi badan kedalam saat menikung tajam) dan line out (menyeimbangkan badan keluar saat berbelok). Selain sikap badan, pada praktek ini diperlukan juga teknik gas dan kopling (motor tipe sport) yang pas,” jelas Head of SRP Wahana, Agus Sani di safety riding training center terbaik (AHM 2018) berlokasi di Safety Riding Training Center Wahana Jatake, Tangerang, Senin (25/02).

Seperti inilah penerapan safety riding low speed balance.Foto Abdi/Pengendara.com

Menurutnya, sistim safety riding ini merupakan penerapan yang terbaru di Jepang. Yang patut diajarkan dan diterima oleh semua para pengendara bermotor di Indonesia. Tentunya sosialisasi ini memerlukan waktu yang tidak cepat untuk diterima oleh masyarakat, para penunggang motor.

“Ada tiga faktor penyebab kecelakaan, yaitu manusia, kendaraan dan lingkungan. Untuk menghindari kecelakaan tersebut sebaiknya, sebelum berkendara ada baiknya seorang pengendara harus melakukan pemanasan tubuh terlebih dahulu. Pastikan tubuh dan pikiran dalam keadaan sehat dan siap untuk berkendara. Pastikan memakai helm, pakaian-jaket, sarung tangan dan sepatu agar safety,” kata Agus Sani.

Pengecekan sepeda motor adalah hal yang harus diperhatikan. Seperti cek bahan bakar, rantai, oli, ban, tuas kopling, kaca spion, rem dan kelistirikan.

Postur Tubuh Berkendara

Selain itu yang perlu diterapkan untuk seorang pengendara adalah postur tubuh berkendara. Yakni, ada tipsnya untuk postur mata, pundak, sikut, tangan, pinggul, lutut dan kaki.

“Untuk mata, melihat jauh ke arah yang hendak dituju guna mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya. Posisi pundak harus santai dan rileks. Nah untuk sikut sedikit menekuk. Tangan, menggenggam bagian tengah grip kemudi dimana Anda dapat dengan mudah mengendalikan dan mengoperasikan tuas rem tangan, tuas kopling dan kelistrikan. Pinggul, duduk dengan posisi yang memudahkan Anda mengendalikan dan mengoperaskan stang kemudi dan rem,” kata Agus.

Seperti Inilah Postur Tubuh Berkendara yang baik dan benar. Nomor 1 mata, 2 pundak. 3 Sikut. 4 Tangan. 5 Pinggul. 6 Lutut. 7 Kaki. Foto Sreenshoot dok panduang berkendara/Pengendara.com

Lalu bagaimanakah dengan lutut? Masih menurut Agus, posisikan lutut sejajar dengan legshield atau secara ringan menekan tangki bahan bakar (tipe sport). Sementara untuk kondisi kaki, Anda dapat memposisikan letakan bagian tengah telapak kaki pada sandaran kaki, jari kaki menghadap ke depan, ibu jari kaki secara ringan berada di atas pedal rem dan pedal pemindah posisi persneling (tipe sport).

“Yuk kita Cari Aman saat berkendara,” kata Agus menutup perbincangannya.

Dealer Suzuki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here