The Artini Resort, Ubud.
PT Denka Pratama

Pengendara.com—Touring bermotor yang saya lakukan sangat menyenangkan. Tak hanya menguji ketahanan fisik saya yang sudah berusia 56 tahun ini, namun sekaligus juga uji nyali.

Karena, tanpa saya perkirakan sebelumnya, sempat tersasar masuk jalan hutan di daerah Pacitan, melambung sejauh 106 kilometer saat menuju Pasuruan sesuai rute yang sudah saya rencanakan.

Bro Agus ‘Blues’ Asianto, VP Tourer CJMC/Dewan Redaksi Pengendara.com

Sobat Pengendara,

Gara-garanya saya bisa nyasar adalah tiba-tiba GPS error, ternyata low batt. Akibatnya, saya kehilangan pemandu arah. Apalagi ini touring pertama seorang diri, tanpa back-up, dan biker lain yang mendampingi.

Hanya sahabat saya Bro Eka yang tidak bosan-bosan selalu memantau kondisi up-date saya dari Jakarta. Tapi, saat tidak ada sinyal dan hp low batt, saya pun kehilangan kontak komunikasi dengannya.

Syukurlah setelah menempuh durasi perjalanan kurang lebih 6 jam dari Pacitan, pada 11 Agustus tengah malam saya sampai dan beristirahat di Hotel Horison Pasuruan.

Keesokan harinya, saya melanjutkan perjalanan menuju Ubud, Bali dengan tujuan utama nantinya adalah Taman Nasional Bali Barat.

Naik Cleveland CycleWerks

Sobat Pengendara,

Saya mengendarai motor Cleveland CycleWerks tipe Ace Deluxe, 250 cc. Motor ini nyaman saya kendarai. Handling nya ringan dan manuvernya di jalan berbelok, tikungan, memiliki stabilitas yang mantap. Riding position nya tidak membuat saya cepat lelah dalam #GreenSoloRide ini.

Dalam perjalanan, #GreenSoloRide/Pengendara.com

Di Banyuwangi saya sempat mengabarkan kepada Bro Eka, posisi up-date sore hari, kira-kira mendekati senja waktu itu.

Saya beristirahat makan dan minum kopi, mengisi bahan bakar, dan kembali melanjutkan riding untuk menyeberang dengan kapal Feri dari Pelabuhan Ketapang ke Pulau Dewata, Bali.

Saking asyiknya berkendara, saya tidak memerhatikan hp yang low batt lagi. Saya pun sulit berkomunikasi, di samping itu, sinyal juga putus nyambung. Mungkin karena low batt itu tadi.

Sobat Pengendara,

Berlabuh di Pelabuhan Gilimanuk di wilayah Kabupaten Jembrana,  Bali, sudah malam. Saya melewati jalanan sepi malam melalui rute Tabanan.  Turun hujan di jalan membuat saya sedikit basah. Saya berteduh dan sempat beristirahat di Negare.

Kemudian, melanjutkan perjalanan ke daerah Ubud. Mayoritas jalan yang saya lalui beraspal bagus dan mulus di Pulau Dewata ini, yang amat terkenal sebagai destinasi wisata populer dan favorit level dunia.

Karena sempat berteduh tadi, dan riding santai, dengan kecepatan rata-rata antara 70-80 km per jam saya tiba di The Artini Resort yang terletak di jantung Ubud menjelang tengah malam, sekitar pukul 23.50 wib pada 11 Agustus 2019, kemarin.

Pesona Ubud & The Artini Resort

Sobat Pengendara,

The Artini Resort dikelilingi area persawahan, pedesaan yang hijau sejauh mata memandang.

Kawasan Ubud sendiri memang menjadi destinasi utama bagi para wisatawan nusantara dan mancanegara yang berkunjung ke Bali.

Di The Artini Resort ini, saya benar-benar merasakan relaksasi. Panorama alam Ubud, bagi saya sungguh indah permai dan penuh pesona.

Keindahan alam pedesaan yang asri, kaya seni dan budaya, dan keindahan heritage dengan istana kerajaan yang berjaya pada masanya.

The Artini Resort dengan fasilitas hotel berbintang, seperti kolam renang, dan lain sebagainya.

Sobat Pengendara,

Di pagi hari ini Senin 12 Agustus 2019, udara amat segar saya  rasakan.  Berbeda dengan hari sebelumnya yang berdebu karena rata-rata seharian  penuh saya berada di jalanan. Hari-hari ke depan tentunya akan tambah menyenangkan rasanya selama berada di Bali.

Di The Artini Resort ini, saya disambut hangat Bro Koming dan sahabat-sahabat dari Ubud Chapter. Kami ngobrol santai sambil  menikmati panorama lereng bukit hijau, sawah-sawah, serta aliran sungai yang alami.

The Artini Resort, Ubud memiliki fasilitas yang lengkap sesuai kategori hotel berbintang. Di antaranya, kolam renang outdoor. Wi-Fi internet yang dapat diakses secara gratis oleh seluruh tamu di area hotel ini.

The Artini Resort.

Semua kamar menawarkan kamar mandi dalam dengan fasilitas shower. Pemandangan taman atau kolam renang dapat dinikmati dari teras pribadi. Kamar-kamar tertentu dilengkapi dengan TV layar datar dan pemutar DVD.

The Artini Resort berjarak 20 menit jalan kaki dari Monkey Forest Ubud. Nanti, saya jalan-jalan ke sana. Untuk refreshing setelah mengendarai motor beberapa hari ini.

Bro Koming dan sahabat-sahabat dari Ubud Chapter menyambut hangat./Pengendara.com

Di sini, para tamu dapat menyewa sepeda, atau motor, untuk menjelajahi daerah sekitarnya,  atau pula naik bus antar-jemput gratis ke Pusat Ubud.

Layanan tiket dan binatu tersedia, juga golf car yang siap siaga untuk mengantarkan tamu ke depan kamar masing-masing lantaran area hotel ini yang luas.

The Artini Resort mengoperasikan layanan meja depan selama 24 jam untuk kenyamanan prima bagi tamu.

Restoran yang berada di The Artini Resort menyajikan hidangan western, Asia, dan Indonesia.

Yang juga menawan perhatian, ada OtoKafe yang terletak di muka The Artini Resort. Cafe dengan atmosfer otomotif yang kental ini menjadi tempat hang-out yang cozy and fun.

Lebih lanjut, ikuti terus #GreenSoloRide saya hanya di Pengendara.com


Funtastic Tour Green Solo Ride National Park Java-Bali 2019, Road to Celebration The 1st Anniversary of Pengendara.com didukung penuh oleh Maisara Production, Calon Jenazah Motorcycle Club (CJMC), Cleveland CycleWerks, Horison Hotels Group, The Artini Resort, OtoKafe, Drago, Respiro, KSK Insurance, RSV, dan JPX.

 

Dealer Suzuki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here