Solo Riding 20 Hari Jelajahi Aspal Pulau Sumatera Menembus Nol Kilometer Sabang Indonesia. Foto:Pribadi/Pengendara.com.
PT Denka Pratama

Pengendara.com—Perjalanan yang diawali pada hari Jumat tanggal 28 Desember 2018 tepat pukul 22.00 WIB dari lokasi dimana Bro Yansen bekerja di bilangan Jakarta Timur, dengan kondisi anak Gunung Krakatau yang mengalami erupsi Bro Yasean memacu kuda besinya Yamaha Vixion mengarah ke ujung Pulau Jawa, Merak Banten untuk menyeberangi Pulau Sumatera.

Syukur alhamdulillah erupsi anak gunung krakatau yang sempat meluluh lantahkan pesisir Banten dan Lampung yang terdampak Tsunami, tidak membuat penyebrangan kapal dari Merak-Bakaheuni di tutup, atau aktifitas penyebrangan tetap berjalan normal. Tanggal 29 Desember 2018 pagi pukul 08.00 WIB, akhirnya saya bisa mendarat dengan selamat di Pelabuhan Bakaheuni.

Apapun niatan menjelajahi aspal Sumatera untuk sowan dan bersilaturahmi dengan teman-teman bikers Sumatera dan ingin menembus titik Nol Kilometer Sabang, dengan target point pertama adalah Bumi Raflesia Bengkulu via barat jalur lintas Sumatera. Berkendara sendirian menjelajahi aspal Sumatera bukan perkara mudah, karena medan aspal dan jalur yang di lalui masih banyak terdapat hutan lindung dan binatang liar yang terkadang menyeberang jalan tanpa bisa diprediksi, dan kita dituntut untuk selalu tetap waspada saat melakukan riding di jalanan aspal Sumatera.

Pengalaman yang buat saya pribadi luar biasa dan cukup memacu adrenalin, ketika saya memasuki hutan lindung bukit barisan 3,5 jam lamanya sampai akhirnya bertemu dengan jalur lintas Sumatera arah Bengkulu. Hari Minggu tanggal 30 Desember 2018 sekitar pukul 12.00 WIB akhirnya saya menginjakkan kaki di Bumi Raflesia Bengkulu, dan beristirahat di rumah salah satu family disana.

Tanggal 31 Desember di penghujung tahun 2018 saya memanfaatkan moment tersebut untuk mengexplore beberapa destinasi wisata di kota Bengkulu, di antaranya Pantai Panjang dan rumah pengasingan Presiden pertama, sang Proklamator IR.Soekarno dan merayakan malam tahun baru di kota Bengkulu dengan pesta durian, karena kebetulan pada saat itu pulau Sumatera sedang musim durian.

Tanggal 1 Januari di awal tahun baru 2019, saya meninggalkan Bumi Raflesia Bengkulu untuk melanjutkan perjalanan kembali menjelajahi Pulau Sumatera via pesisir barat, dengan tujuan target point selanjutnya Padang-Sumatera Barat, dan tiba di Padang pada tanggal 03 Januari 2019 malam dan mengikuti kegiatan kopdar dengan teman-teman bikers Padang Sumatera Barat.

Perjalanan saya lanjutkan pada tanggal 04 Januari 2019 dengan meninggalkan Kota Padang “Ranah Minang”, sambil mengexplore beberapa destinasi wisata di Kota Padang antara lain, Lembah Anai dan Jam Gadang yang menjadi ikon Kota Sumatera Barat dengan target point selanjutnya Kota Padang Sidimpuan. Dari kota Padang Sidimpuan saya melanjutkan perjalanan kembali via jalur barat lintas sumatera menuju Sibolga dan Aceh Singkil, lalu bermalam di ujung barat Aceh dengan teman-teman bikers Aceh Singkil.

Dan pada tanggal 05 Januari 2019 saya melanjutkan perjalanan kembali agar bisa secepatnya sampai di tujuan utama titik Nol Kilometer Sabang. Melewati jalur barat Sumatera, cukup membuat saya terbuai dengan trip yang lumayan panjang dengan tikungan gandanya yang menuntut saya tetap waspada dan fokus ke jalanan, dengan kondisi jalur yang lumayan sepi.

Tibalah saya di wilayah Tapak Tuan melanjutkan perjalanan kembali ke daerah Nagan Raya dan bertemu dengan teman-teman bikers di Blang Pidie dan kopdar dengan teman-teman bikers di sana. Setelah kopdar dengan teman-teman bikers di Blang Pidie saya melanjutkan perjalanan kembali menuju Meulaboh, karena sudah ada teman-teman bikers yang menunggu saya di kota Meulaboh.

Setelah kopdar dengan teman-teman bikers Meulaboh, saya kembali melanjutkan perjalanan ke Kota Calang sampai Banda Aceh untuk mengejar kapal yang pagi karena penyeberangan dari pelabuhan Uleelheue Banda Aceh ke Pelabuhan Sabang hanya terdapat 2 trip setiap harinya. Akhirnya tibalah saya di Banda Aceh pada tanggal 07 Januari 2019 siang. Karena tidak terkejar menggunakan kapal yang pertama, akhirnya saya menyeberang dari pelabuhan Uleelheue Banda Aceh menggunakan kapal terakhir pada pukul 14.30 untuk menyeberang ke Pelabuhan Sabang.

Penyebrangan menggunakan kapal laut ini memakan waktu kurang lebih 2 jam, dan pukul 16.30 tibalah saya di pelabuhan Uleelheue dan bertemu dengan sesepuh bikers Sabang Bang Kidal, yang biasa mengondisikan teman-teman bikers dari luar pulau yang datang mengunjungi Sabang dengan tujuan titik Nol Kilometer Sabang. Dengan di antar oleh Bang Kidal, akhirnya tibalah saya di tujuan akhir yaitu Tugu Nol Kilometer Sabang. Rasa puas terbayar sudah, rasa lelah sepuluh hari perjalanan lenyap dengan sendirinya, dan saya puaskan dengan berfoto di Tugu Nol Kilometer Sabang Indonesia.

Setelah puas berfoto di Tugu Nol Kilometer Sabang yang menjadi ikon kota Sabang yang menjadi lokasi jelajahi oleh para bikers seluruh negeri, akhirnya saya bermalam di rumah Bang Kidal yang menjadi sekretariat sekaligus tempat peristirahatan teman-teman bikers yang masuk ke Kota Sabang. Tanggal 08 Januari 2019 pagi harinya dengan diantar sesepuh bikers Sabang Bang Kidal beserta istrinya, saya langsung menuju pelabuhan untuk menyeberang kembali menuju Banda Aceh dan melanjutkan perjalanan pulang via lintas timur Jalur Sumatera.

Setelah menerima sertifikat Nol Kilometer Sabang Indonesia sebagai bukti kenang-kenangan telah mengunjungi Kota Sabang, akhirnya saya meninggalkan Sabang menuju Pelabuhan Uleelheue Banda Aceh. Sesampainya di Pelabuhan Uleelheue ada teman-teman bikers dari Banda Aceh dan bikers dari KNC Medan, bersama-sama bikers dari CMAB Binjai yang turun dari Sabang menuju Medan yang akhirnya kami menjadi satu rombongan dalam perjalanan menuju Medan. Sebelum melanjutkan perjalanan ke kota Medan kami sempatkan untuk mengunjungi beberapa tempat wisata di Banda Aceh, seperti Museum Tsunami dan Museum PLTD Apung, serta ikon Kota Banda Aceh yang mendunia Masjid Baiturahman yang luar biasa megah dan indah.

Setelah mengexplore beberapa tempat wisata di Banda Aceh, saya melanjutkan perjalanan menuju Kota Sigli Biereun dan target point untuk rest di Kota Lokhseumawe, karena sudah ada teman-teman bikers Lokhseumawe yang sudah menunggu saya untuk kopdar dan mengondisikan saya untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan kembali esok harinya.

Pagi hari tanggal 09 Januari 2018 saya kembali melanjutkan perjalanan menuju Langsa menemui rekan bikers Langsa yang tergabung dalam Byson Of Langsa yang sudah menunggu untuk kopdar. Dari Langsa saya melanjutkan perjalanan dengan target point Kota Medan untuk rest panjang, karena kebetulan ada salah satu family saya yang tinggal di Medan, sekaligus menjadi ajang sowan kepada teman-teman bikers Medan, sebelum melanjutkan perjalanan keesokan harinya menuju Kota Pekan Baru.

Tanggal 12 Januari 2019, saya meninggalkan Kota Medan untuk menuju target point selanjutnya Kota Pekan Baru. Saat riding menuju Pekan Baru saya sempat beberapa kali bertemu dengan teman-teman bikers yang sedang kopdar pada saat melintas, di Asahan dengan teman-teman bikers SOVI Asahan dan Yamaha Scorpio Aek Kanopan.
Malam harinya tibalah saya di Kota Pekan Baru menemui teman-teman bikers Kota Pekan Baru kopdar, dimana saat itu malam minggu yang menjadi malam kopdar bagi teman-teman bikers Kota Pekan Baru.

Dari Kota Pekan Baru, keesokan harinya tanggal 13 Januari 2019 saya kembali melanjutkan perjalanan untuk menuju Jambi sebagai target point selanjutnya, dan saya juga sempat kopdar dengan beberapa teman bikers saat saya melintasi Kerinci dengan bikers KOMBAT Siak, dan pada saat melintas di Pelalawan dengan teman-teman bikers KNJJ Pelalawan. Malam harinya saya tiba di Kota Jambi dan saya putuskan untuk rest panjang sebelum melanjutkan perjalanan keesokan harinya.

Dari Kota Jambi pada pagi hari tanggal 14 Januari 2019 saya kembali melanjutkan perjalanan untuk menuju Kota Palembang dan rencananya akan melakukan kopdar dengan teman-teman bikers di Kota Mpek-Mpek tersebut. Lepas ba’da Magrib sampailah saya di Kota Palembang, dan kopdar dengan teman-teman bikers Kota Palembang BRMC Banyuasin, PBMC Palembang dan HBCP Palembang. Dengan di antar teman-teman bikers Kota Palembang saya diajak untuk menikmati suasana malam Kota Palembang dengan mengunjungi jembatan Ampera yang menjadi ikon Kota Palembang, serta Benteng Kuto Besak, dan saya putuskan untuk bermalam di salah satu sekretariat teman-teman bikers palembang.

Setelah Palembang saya kembali memacu kuda besi saya untuk melanjutkan perjalanan menuju Lampung dan target point selanjutnya Pelabuhan Bakaheuni, pada tanggal 15 Januari 2019 malam sampailah saya di Pelabuhan Bakaheuni Lampung untuk menyeberang menuju Pulau Jawa. Setelah membeli tiket kapal untuk menyeberang, akhirnya saya meninggalkan tapal batas Pulau Sumatera untuk menuju Ibu Kota Jakarta.

Tepat pukul 00.00 WIB saya memasuki Kapal Ferry yang akan membawa saya menuju Pelabuhan Merak Banten, di kapal inilah saya manfaatkan untuk beristirahat karena perjalanan memakan waktu kurang lebih 4 jam untuk prepare melanjutkan perjalanan kembali menuju rumah. Sesampainya di pelabuhan dan setelah bongkar muat akhirnya pukul 06.00 WIB saya mendarat di Pelabuhan Merak Banten dan langsung memacu tunggangan saya untuk melanjutkan perjalanan kembali agar secepatnya tiba di rumah.

Alhamdulillah sore hari saya tiba di rumah dengan selamat, melepas rindu dengan keluarga istri dan anak tercinta yang sudah saya tinggalkan selama 20 hari berpetualang menjelajahi aspal Pulau Sumatera.

“Sujud syukur kepada Allah SWT selama perjalanan saya menjelajahi aspal Pulau Sumatera diberikan perlindungan dan keselamatan sehingga saya bisa berkumpul kembali dengan keluarga. Serta terimakasih yang tak terhingga atas support serta doa dari keluarga, teman, dan sahabat, sehingga saya bisa kembali pulang dalam keadaan sehat wal’afiat tanpa kekurangan suatu apapun.”

“Dan tidak lupa kepada teman-teman bikers jalur lintas Sumatera hingga Sabang yang sudah mengondisikan, dan menjamu sampai memberikan tempat istirahat, serta membuka jalur dan memantau perjalanan saya dari berangkat menuju Sabang dan kembali pulang ke rumah. Hanya doalah yang bisa saya berikan, semoga segala kebaikan teman-teman semua dibalas oleh Allah SWT. Aamiin Yaa Rabballalaamiin.” Ungkap Bro Yansen kepada Pengendara.com

” MIMPI YANG TERBELI ” Muhammad Yasin (Achmad Yasean), 28 Desember 2018 – 16 Januari 2019.

Salam Pengendara.

Dealer Suzuki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here