KUTU Community bergembira bersama dalam Rally Wisata di Sumatera Barat./Foto KUTU Community/Pengendara.com
PT Denka Pratama

Pengendara.com—Rally wisata yang telah menjadi agenda tahunan komunitas pecinta Vespa ini diikuti 50 members KUTU yang berasal dari Surabaya, Bekasi, Jakarta, Palembang, Jambi, Pekanbaru, Padang dan Medan. Berbagai model dan tipe Vespa, mulai tahun 1960 hingga tahun 2017 memeriahkan touring dengan total jarak tempuh 700 kilometer ini.

“Melalui rally wisata, kami ingin memperkenalkan dan mempromosikan keindahan alam serta obyek wisata yang ada di Sumatera Barat,” kata Ketua Pelaksana HUT KUTU Community Ke-3, Yendi Putra, S. Kom.

Anggota KUTU Community wefie di salah satu lokasi wisata Sumatera Barat./Foto KUTU Community/Pengendara.com

Hari pertama rally wisata yang dilakukan secara konvoi ini, para peserta touring langsung disuguhi pemandangan wisata pesisir pantai. Angin laut yang berhembus dan suara deburan ombak membuat terlena para peserta saat tiba di Pantai Bungus, Teluk Bayur dan Pantai Cermin.

Setelah puas menikmati pesona pantai, rombongan bergerak ke Danau Maninjau dan Kelok 44. Hujan yang mengguyur malah semakin menambah semangat para peserta saat melahap tikungan sebanyak 44.

Pasalnya jalur ini dominan jalan menanjak dengan tikungan patah yang memacu adrenaline. Apalagi dari atas kelok 44 menyajikan pesona Danau Maninjau yang menyejukkan mata. Sebelum bermalam di Bukittinggi yang terkenal dengan Jam Gadangnya, para peserta juga mengunjungi obyek wisata di Ambun Pagi dan Puncak Lawang.

KUTU Community menikmati rally wisata./Foto KUTU Community/Pengendara.com

Keesokan harinya sebelum meninggalkan Kota Bukittinggi, rombongan menyempatkan waktu ke Lubang Jepang. Kemudian perjalanan dilanjutkan dengan menghampiri Payakumbuh, Kelok 9, Istana Pagaruyung dan berakhir mengunjungi Nagari Pariangan, desa terindah di dunia dan bermalam di Kota Padang.

Di hari ketiga, peserta rally wisata menyambangi lokasi wisata di Kota padang, seperti Masjid Raya Sumatera Barat, Tugu Gempa, Museum Adhityawaran dan ditutup dengan melihat batu yang menyerupai legenda Malin Kundang di Pantai Air Manis.

“Tidak sia-sia saya riding seorang diri dari Surabaya selama 6 hari, kemudian berkumpul bersama peserta lainnya di Sumatera Barat. Rasa lelahku terobati dengan pesona alam yang disuguhkan di Ranah Minang ini,” ungkap Mochammad Ikhwan, member Kutu Region Surabaya yang menunggangi Vespa EXCEL keluaran tahun 1991.

 

Dealer Suzuki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here