Bro Agus Blues Asianto/VP Tourer CJMC dalam Funtastic Tour Green Solo Ride National Park Java-Bali 2019, Road to Celebration The 1st Anniversary of Pengendara.com
PT Denka Pratama

Pengendara.com—Hampir tengah malam saya tiba di Taman Nasional (TN) Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Melalui rute Depok-Bogor-Cisarua-Cibodas. TNGGP ini berada di kawasan Kebun Raya Cibodas, Cimacan, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat. Saya beristirahat dan tidur di salah satu penginapan yang banyak terdapat di kawasan konservasi dan wisata alam ini.

Pertama tiba di TNGGP, dari 11 Taman Nasional yang akan saya kunjungi dan lalui./Pengendara.com

Sobat Pengendara,

Pagi harinya, mengendarai Cleveland CycleWerks tipe Ace Deluxe, saya menikmati riding di daerah yang hijau, teduh, dan bikin tentram ini. Saat berkendara, saya bertemu VP CJMC Bogor Chapter Bro Fajar.

Ditetapkan pada 1980, menjadi salah satu TN yang tertua di Indonesia. TNGGP terutama didirikan untuk melindungi dan mengkonservasi ekosistem flora dan fauna di pegunungan eksotis, yakni Gunung Gede dan Gunung Pangrango. Luasnya 24.270,80 hektare.

Saya bersama VP CJMC Bogor Chapter Bro Fajar yang menyambut saya di perjalanan di daerah Cibodas, Bogor./Pengendara.com

Boleh saya cerita sedikit ya, dari berbagai sumber tepercaya yang saya kumpulkan, orang pertama yang menginjakkan kaki di puncak Gede adalah Reinwardt, pendiri dan direktur pertama Kebun Raya Bogor, yang mendaki Gunung Gede pada April 1819.

Selanjutnya, banyak peneliti berkunjung ke sini. Bersama dengan meningkatnya kesadaran mengenai pentingnya lingkungan hidup, pada tahun 1979 Pemerintah Indonesia melalui keputusan Menteri Pertanian menunjuk kawasan hutan Gunung Gede Pangrango menjadi kawasan Suaka Alam atau Cagar Alam (CA).

Kemudian, pada 6 Maret 1980 CA ini digabungkan dengan beberapa suaka alam yang berdekatan dan ditingkatkan statusnya menjadi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Kaya Flora dan Fauna

Sebagaimana namanya yang sudah saya sebutkan di atas, TN ini memiliki dua puncak kembar, yakni puncak Gede (2.958 m dpl) dan puncak Pangrango (3.019 m dpl). Kedua puncak itu dihubungkan oleh gigir gunung serupa sadel pada ketinggian kurang lebih 2.400 meter di bawah permukaan laut, yang dikenal sebagai daerah Kandang Badak.

Di antara gigir Gunung Gede dan gigir Gunung Gumuruh itulah terletak lembah dataran tinggi bernama Alun-alun Suryakancana (2.750 m dpl), yang penuh tertutupi oleh rumpun edelwis jawa yang memesona. Karenanya daerah ini banyak dikunjungi wisatawan dan para pencinta alam.

Selain kekayaan flora, TNGGP menjadi tempat bermukim spesies langka atau terancam kepunahan, di antaranya, owa jawa (Hylobates moloch), lutung surili (Presbytis comata), macan tutul (Panthera pardus), dan Otomops formosus, sejenis bajing terbang.

Sobat Pengendara,

Di tempat ini, kita masih dapat menjumpai hewan-hewan liar seperti monyet kra (Macaca fascicularis), lutung (Trachypithecus auratus), pelanduk jawa (Tragulus javanicus), dan lainnya.

Pesan saya, harap dijaga keasrian dan kebersihan lingkungan saat kita berkunjung ke sini. Buanglah sampah pada tempatnya.

Dari TNGGP saya masih akan mengunjungi sejumlah TN lagi. Dari TNGGP saya menuju TN Gunung Ceremai. Ikuti terus perjalanan green solo ride saya melintasi 11 TN sepanjang Jawa-Bali hanya di Pengendara.com


Funtastic Tour Green Solo Ride National Park Java-Bali 2019, Road to Celebration The 1st Anniversary of Pengendara.com didukung penuh oleh Maisara Production, Pengendara.com, Calon Jenazah Motorcycle Club (CJMC), Cleveland CycleWerksHorison Hotels Group, Pondok Pundi Village Inn & Spa, OtoKafe, Drago, Respiro, KSK Insurance, RSV, dan JPX.

 

Dealer Suzuki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here