Sis Dea, lady biker dari Motor Besar Club (MBC) Indonesia./Pengendara.com
PT Denka Pratama

Pengendara.com—Lady biker yang akrab disapa Sis Dea ini mengaku mulai suka main motor sejak SMA. Masa itu tahun 1999, kenangnya, mengendarai Honda Grand.

Menurutnya, naik motor paling asyik karena dia lebih mudah untuk saling bertemu pengendara lainnya. Sampai kemudian, Sis Dea mengenal motor besar dengan karakter tenaga yang powerful. “Step by step, engga langsung ke motor ber-cc besar. Dasarnya lagi karena aku emang hobi motoran,” kata Sis Dea kepada Pengendara.com.

Sis Dea berwajah oriental, mirip orang Jepang, tapi sebenarnya dia asli Solo./Pengendara.com

Dia pernah touring ke Lombok, Bali, Palembang, Medan, Aceh, Bandung, Pacitan, Solo, Jogyakarta, Surabaya, Madura, Bandung, Bogor, Aceh di wilayah Indonesia. Di luar negeri, Sis Dea pernah berkendara motor di Malaysia, Terengganu, dan speeding di karakter jalan terkenal macam Autobahn di Jerman.

“Aku termasuk yang dapat menempatkan diri, untuk ngebut paling baik di sirkuit balap atau jalan bebas hambatan. Aku pernah mencoba speeding di tol Jerman saat touring di Eropa,” kata Sis Dea yang menempuh rute schengen countries, Jerman-Swiss-Italia.

Pengalaman paling berkesan yang selalu diingatnya saat riding di Autobahn itu.

“Soalnya aku riding sendirian dari Munich di Crailseim ke Reichenue, nyasar. GPS Garmin tiba-tiba error. Waaaah..kacau! Jalan tol panjang banget kesasar sampai mau nangis karena aku sampai muter terus jauuuh. Salah jalan sedikit, muternya puluhan kilometer. Mau nangis sendiri, mau marah sendirian, ya nikmatin aja deh,” kata Sis Dea.

Ketika nyasar jalan sendirian di Autobahn itulah pas di Crailseim dia melihat Sunset di antara pepohonan besar dan perkebunan yang luas. Indah banget! Menghibur hatinya yang lagi kesel dan sebel.

Lain lagi kejadian di Karak highway Malaysia. “Saat itu naik Aprillia, shiver bisa 230 km sampai 250 km rasanya sudah kecepatan Sena off. Kayak di tampar-tampar angin gitu. Makanya, pake helm harus rapat dan ketat agar safety engga copot dari kepala saking kencangnya angin,” kata Sis Dea yang punya motto hidup bahagia, berguna bagi nusa bangsa, dan berupaya membuat orang-orang yang dekat dengannya selalu tersenyum.

Dari seluruh motorsports yang paling digemarinya, dia senang dengan Ducati. “Ducati itu liar, gimana caranya aku harus bisa taklukkan. Torsi bawah powerful, model dan juga suara juga warnanya yang khas menawan perhatian, jadi idaman,” kata Sis Dea yang jatuh cinta sama Ducati.

Ducati.. Ducati.. dan Ducati. “Ooh..tapi sebenarnya semua motor aku suka juga. Begini alasannya ya, karena bermotor bukan hanya type CC atau brand… Tapi soul.. motor apapun kalo kita bisa menyatu dengan motor itu Will be an amazing ride!

Agree!

That’s very Cool, Sis Dea!

Keep on riding, and please ride safely!

Salam Pengendara!

Dealer Suzuki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here