PT Federal Karyatama (FKT) bersama dengan pihak Kepolisian Daerah (POLDA) Sumatera Barat, berhasil membongkar dan menggerebek sindikat pemalsuan produk merek Federal Oil. Foto Istimewa/Pengendara.com
PT Denka Pratama

Pengendara.com—Ditemukan lebih dari 400 karton produk pelumas berlabel Federal Oil untuk jenis kendaraan matik, dan non-matik yang telah siap jual. Sejumlah barang bukti tersebut, ditemukan di Toko Aneka Sepeda yang berlokasi di Padang Pariaman. Pihak kepolisian menyita barang bukti tersebut.

Kasus ini berawal dari temuan tim sales FKT, yang berada di wilayah Padang Pariaman pada awal tahun 2018. Atas barang bukti hasil temuan tersebut, tim FKT melakukan serangkaian identifikasi. Dari hasil identifikasi yang dilakukan, barang bukti yang ditemukan terbukti tidak sesuai standar produk resmi Federal Oil. Selanjutnya, temuan ini akhirnya diteruskan kepada pihak kepolisian Polda Sumatera Barat, untuk dapat ditindaklanjuti sampai dengan proses persidangan.

“Tentunya kejadian ini sangat merugikan bagi kami, terlebih jumlah yang ditemukan juga cukup banyak di lapangan. Namun, ini juga menjadi pembelajaran bagi kita semua betapa pentingnya untuk teliti dalam membeli produk pelumas yang asli. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi hal tersebut, FKT secara periodik melakukan perubahan terhadap teknologi pada kemasan yang selalu update, tentunya dengan teknologi yang canggih. Serta, kami juga secara rutin memberikan edukasi melalui tim sales di lapangan kepada bengkel dan konsumen, dan juga melalui media sosial mengenai cara membedakan oli palsu dan oli yang asli,” ujar Ivan Ally, Head of Corporate Communication FKT dalam rilisnya yang diterima redaksi..

Perlu diketahui, menggunakan oli yang tidak sesuai dengan spesifkasi mesin motor dapat mempengaruhi kinerja mesin, lantaran oli tersebut tidak bisa bekerja secara maksimal. Dampak yang paling buruk jika menggunakan oli yang tidak sesuai spesifikasi adalah, mesin pada sepeda motor akan mengalami kerusakan serius.

Dealer Suzuki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here