Dalam kegiatan uji coba tersebut DFSK meminjamkan 2 unit SuperCab yang merupakan pikup rakitan Cikande Serang, Banten yakni varian 1.3 T Diesel yang menggunakan mesin SFD 1.300 cc dengan tenaga 75 daya kuda dan torsi 190 Nm yang sudah teruji tangguh untuk berbagai kondisi.Foto Istimewa/Pengendara.com
PT Denka Pratama

Pengendara.com—Dalam kegiatan uji coba tersebut DFSK meminjamkan 2 unit Super Cab yang merupakan pikup rakitan Cikande Serang, Banten  yakni  varian 1.3 T Diesel yang menggunakan mesin SFD 1.300 cc dengan tenaga 75 daya kuda dan torsi 190 Nm yang sudah teruji tangguh untuk berbagai kondisi.

Keikutsertaan DFSK Road Test dalam penggunaan bahan bakar B30 merupakan ajang yang tepat untuk melakukan riset efek terhadap solar B30 ke mesin DFSK super cab serta data data dan informasi yang dibutuhkan dalam menguji ketangguhan DFSK Super Cab sebagai sahabat niaga masyarakat Indonesia.

DFSK Super Cab ini nantinya akan diisi dengan solar bahan bakar B30 untuk menempuh jarak 50 ribu kilo meter dengan rute Lembang, Cileunyi, Nagreg, Kuningan, Tol Babakan, Slawi, Guci, Tegal, Tol Cipali, Subang, Lembang sejauh 560 kilometer per hari, dengan melewati berbagai jenis kontur jalan.

Pelepasan pengujian mobil DFSK Super Can berbahan bakar B30.Foto Istimewa/Pengendara.com

“Kami melihat bahwa pemerintah memiliki itikad baik terhadap industri otomotif di Indonesia dengan menyediakan bahan bakar yang berkualitas kepada masyarakat, terlebih penggunaan solar B30 memiliki pengaruh skala ekonomis dan juga efek lingkungan yang lebih baik sesuai dengan visi kami juga menghadirkan kendaraan berkualitas dengan harga terjangkau untuk konsumen, sehingga DFSK sebagai salah satu perusahaan yang ada di Indonesia sangat mendukung dan ikut berperan aktif terhadap kebijakan kebijakan pemerintah untuk menuju ke arah lebih baik,” kata Franz Wang, Managing Director PT Sokonindo Automobile of Sales Centre.

Solar B30 merupakan salah satu bentuk inovasi bahan bakar solar dengan perpaduan antara 80% minyak solar dengan 20% minyak nabati atau fatty acid methyl easter (FAME). Saat ini solar yang ada di indonesia masih di tahap pencampuran 20% FAME atau yang lebih dikenal dengan nama Solar B20 sesuai dengan SK Dirjen MIGAS No. 28 2016.

Pemerintah melakukan inovasi dengan solar B30 sebagai bentuk menyediaan BBM yang lebih ramah lingkungan karena solar yang ada saat ini sudah tidak sepenuhnya dihasilkan dari minyak bumi yang tidak bisa didaur ulang. Selain itu pengembangan bahan bakar biodiesel merupakan program strategis pemerintah untuk meningkatkan ketahanan energi melalui deversifkasi energi dengan mengutamakan potensi energi lokal.

Dealer Suzuki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here