Pengembangan kendaraan listrik di Indonesia, akan menjadi peluang besar karena industri otomotif di dalam negeri telah memiliki struktur manufaktur yang dalam, mulai dari hulu sampai hilir.Foto Istimewa/Pengendara.com
PT Denka Pratama

Pengendara.com—Pengembangan kendaraan listrik di Indonesia, akan menjadi peluang besar karena industri otomotif di dalam negeri telah memiliki struktur manufaktur yang dalam, mulai dari hulu sampai hilir.

Keyakinan Menperin mengenai kendaraan listrik tersebut dibuktikan dengan adanya bahan baku yang ada di negeri tercinta ini.

“Misalnya, kita sudah punya bahan baku seperti baja, plastik, kaca, ban, hingga engine yang diproduksi di dalam negeri. Lokal konten rata-rata di atas 80 persen. Ini yang menjadi andalan ekspor kita,” ungkap Menperin yang saat ini sedang konsentrasi mematangkan aturan kendaraan listrik.

Bolid E, motor listrik canggih untuk ajang balap Moto E, buatan Samsung, foto: istimewa/Pengendara.com.

Di samping itu, potensi industri otomotif di Indonesia cukup besar, dengan jumlah produksi mobil yang mencapai 1,34 juta unit atau senilai USD13,76 miliar sepanjang tahun 2018.

Sekarang ini, empat perusahaan otomotif besar telah menjadikan Indonesia sebagai rantai pasok global. Bahkan, telah memiliki ekosistem yang menyerap banyak tenaga kerja, hingga lebih dari satu juta orang. 

Menperin pun menyampaikan di saat ajang pameran Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di Jakarta, beberapa waktu lalu, Ketika itu Menperin menyatakan, bahwa konvergensi teknologi akan memungkinkan terjadinya penggabungan industri otomotif dan sektor telekomunikasi.

“Ke depan, highway bukan hanya soal jalan, melainkan juga network,” terangnya.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menandatangani peresmian perdana ekspor Suzuki.Foto Dok PT SIM/Pengendara.com

Jaringan digital memungkinkan kendaraan otonom dapat saling berkomunikasi. Sebab, kendaraan semiotonom telah menggunakan jaringan telekomunikasi sebagai basis informasi, terutama terkait situasi kemacetan dan kondisi jalan. Alhasil, kecepatan dan keandalan jaringan telekomunikasi jadi kebutuhan, terlebih bagi kendaraan yang melaju kencang.

Seperti yang telah diberitakan oleh Pengendara.com bahwa kini aturan kendaraan listrik akan segera dimatangkan oleh Pemerintah Indonesia. Pemerintah sangat konsentrasi untuk membahas  penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai program percepatan pengembangan kendaraan listrik. Guna mengakselerasinya, pemerintah menyiapkan fasilitas insentif fiskal dan infrastruktur agar para pelaku industri otomotif tertarik untuk investasi. 

Aturan kendaraan listrik kini sedang diformulasikan oleh Pemerintah, khususnya Menteri Perindustrian (Menperin).

Konsep Mobil Listrik Volvo/Foto Carscoops/Pengendara
Dealer Suzuki

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here